Penjurian Dokumenter Panjang Indonesia

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on print

Kompetisi Dokumenter Panjang Indonesia telah sampai pada tahap penjurian pada Rabu (4/12). Ada tiga juri yang menyaksikan tiga film nominasi Dokumenter Panjang Indonesia, yaitu Amelia Hapsari (filmmaker dan direktur program In-Docs), Shin Eun-Shil (programmer festival film dan kritikus film asal Korea Selatan ), dan Lau Kek-Huat (filmmaker asal Malaysia).

Penjurian dilakukan di Bioskop Sonobudoyo dengan menyaksikan film Tonotwiyat (Yulika Anastasia Indrawati, 2019), Om Pius, “Ini rumah saya, come the sleeping” (Halaman Papua, 2019), dan 240BPM++ (Bagas Oktariyan Ananta, 2019) mulai pukul 09.30 sampai 13.00 WIB. Ketiga juri kemudian melakukan sesi diskusi di Mediterania Resto untuk membahas lebih dalam tentang ketiga film tersebut.

Salah satu juri, Amelia Hapsari menyebut ketiga film nominasi mampu membawa ke kehidupan orang-orang yang ada di pinggir dan menjadi tokoh atau pahlawan dalam kehidupan sehari-hari. 

Amelia juga mengaku awalnya cukup kesulitan dalam menentukan pemenang. ”Awalnya saya pikir susah. Awalnya saya pikir, wah ini nanti yang mana ya. Tapi setelah saya menonton ulang ketiga film itu ternyata tidak. Dan dari diskusi juri juga cukup decisive dalam arti tidak ada perbedaan pendapat yang kemudian susah menemukan pemenangnya,” ujarnya di Mediterania Resto.

Kompetisi Dokumenter Panjang Indonesia adalah salah satu dari empat program kompetisi pada FFD tahun ini. Program kompetisi didedikasikan untuk mempresentasikan film-film yang mampu menangkap isu-isu aktual di sekitar dan memberi perspektif kritis. 

Ketiga film nominasi Dokumenter Panjang Indonesia juga dapat disaksikan oleh umum secara gratis selama Festival Film Dokumenter (FFD) 2019 berlangsung. Om Pius, “Ini rumah saya, come the sleeping” (2019) dan 240BPM++ (2019) ditayangkan pada Kamis, 5 Desember 2019 masing-masing di Societet Militair dan Amphitheatre Taman Budaya Yogyakarta. Sedangkan Tonotwiyat (2019) ditayangkan pada Jumat, 6 Desember 2019 di Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta.

Adapun pengumuman pemenang Kompetisi Dokumenter Pelajar akan diumumkan pada malam penutupan FFD pada Sabtu, 7 Desember 2019.

Penulis: Tony Firman

Close Menu