Updates

Interview Pilihan
aryo danusiri

Wawancara Bersama Aryo Danusiri

Aryo Danusiri, pembuat film dokumenter Indonesia yang kerap menggunakan pendekatan observasional, menemukan masalah dalam dokumenter-dokumenter Indonesia. Menurutnya, para pembuat film masih membangun dualisme antara teks…
makiko

Wawancara dengan Makiko Wakai

Tim Festival Film Dokumenter (FFD) 2018 berkesempatan untuk mewawancarai Makiko Wakai, koordinator dari “New Asian Currents”, program kompetisi Yamagata Internasional Documentary Film Festival (YIDFF) yang…
Review Film Pilihan
Review Film: Swim Team

Review Film: Swim Team (2016)

Swim Team (2016) tidak hadir sebagai dokumenter yang hanya berteriak tentang advokasi, hak hidup, dan inklusivitas; ini adalah film untuk ditonton oleh keluarga. Penonton diajak…
Review Film: Liefde (2017)

Review Film: Liefde (2017)

Nyai –seorang perempuan pribumi yang “dimiliki” oleh tuan-tuan Eropa– kerap mendapat citra negatif, baik dari sesama pribumi maupun seorang asing. Mereka dianggap gundik, sundal, tidak…
Indeks
  • Film Review ·

Citarum, Batu Bata dan Kehidupan

Alam menjadi wahana bagi manusia menemukan penghidupan. Alam juga  yang memberikan kehidupan, dan mengambilnya kembali. Di Pinggir Kali Citarum (Ali Satri Efendi, 2019) memperlihatkan bagaimana seorang pembuat batu bata melakukan aktivitasnya dalam dua musim. Satu musim ketika alam memberikan hasil,…
  • Film Review ·

Glass (1958): Mempermainkan Konsep Objektifikasi

Glass (1958) garapan Bert Haanstra merekam aktivitas pekerja industri kaca di Belanda. Haanstra memperbandingkan dua peristiwa produksi perkakas kaca melalui konsep sinematografi, editing, dan dramatika film. Konsep tersebut digunakan untuk  membangun representasi kelas yang banyak dibicarakan orang, yakni objektifikasi.  Obyektifikasi…
  • Film Review ·

Keserasian Memukau antara Film dan Lukisan

Pada akhirnya, wajah manusia sama seperti media lukis. Rembrandt menemukan kesamaan itu dan menduplikasikannya ke dalam karya yang kelak menjadi sejarah perjalanan hidupnya.  Rembrandt memburu emosi-emosi manusia menggunakan kuas. Target utamanya ialah umat manusia. Kemudian melalui dokumenter Rembrandt, Painter of…