Laporan Penyelenggaraan Festival Film Dokumenter 2025

— Berita
FFD 2025

Edisi ke-24 Festival Film Dokumenter (FFD) secara langsung dilaksanakan pada 21–28 November 2025. Tahun ini, rangkaian festival dilaksanakan di Langgeng Art Foundation, Pascasarjana ISI Yogyakarta, Kedai Kebun Forum, Cemeti-Institut untuk Seni dan Masyarakat, dan Institut Français Indonesie (IFI) Yogyakarta.

Pada pelaksanaannya, FFD meluncurkan dua program baru, yaitu DOC Performance dan DOC Chat. DOC Performance diintensikan sebagai praktik yang mendorong batas-batas dokumenter dengan seni pertunjukan serta menciptakan pendekatan melalui arsip, penyajian gagasan, interaksi, dan pengalaman nyata. Program ini bertujuan untuk menyajikan dinamika interaksi serta keterlibatan antara pemain dan penonton yang dihadirkan ulang secara performatif untuk mengeksplorasi isu-isu mendesak. DOC Chat menjadi wadah terbuka untuk berbagi pengetahuan, menyalurkan keresahan, dan merayakan pengalaman dalam suasana santai dan setara yang dibalut dalam format yang cair. Melalui tema yang berganti di setiap edisi, DOC Chat mendorong percakapan yang bebas dan reflektif sebagai tempat di mana ide, perasaan, dan perspektif dapat bertemu tanpa batasan.

Tahun ini, pendaftaran film untuk FFD dibuka sejak 20 Maret—20 Juli 2025 melalui laman web FFD (d/a ffd.or.id). Terdapat total 704 film dari 84 negara produksi tercatat sebagai pendaftar. Jumlah film pendaftar tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 122,8% dari yang semula sebanyak 316 film; dan 25,4% peningkatan jumlah negara produksi pendaftar dari yang semula 55 negara produksi. Film pendaftar dari negara produksi terbanyak antara lain Indonesia (144 film), India (41 film), Prancis (36 film), Brazil (31 film), Spanyol (29 film), Iran (25 film), dan Portugal (24 film). Negara produksi film pendaftar termasuk dan tidak terbatas pada negara produksi tunggal dan koproduksi.

Dari Indonesia, terjadi peningkatan film pendaftar sebanyak 56,5% dari pendaftar edisi sebelumnya. Sebanyak 144 film pendaftar berasal dari 21 provinsi, meningkat sebesar 15,8% dibandingkan dengan edisi sebelumnya. Asal provinsi produksi film pendaftar terbanyak antara lain DI Yogyakarta (34 film), DKI Jakarta (25 film), Jawa Barat (24 film), Jawa Tengah (22 film), dan Banten (11 film). Provinsi lain termasuk Aceh, Bengkulu, Kalimantan Barat, Maluku, Aceh, Papua, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

Untuk pertama kalinya, FFD memperluas segmen program Kompetisi Pendek yang semula dibuka hanya untuk dokumenter Indonesia menjadi internasional; juga pada Kompetisi Pelajar yang semula dibuka untuk siswa SMA/sederajat menjadi perguruan tinggi. Hal ini berpengaruh pada jumlah pendaftar film pada kedua kategori ini. Pada Kompetisi Pendek, terjadi pertumbuhan sebanyak 221% dari 62 pendaftar pada edisi sebelumnya menjadi 199 film pendaftar, sedangkan pada kategori Kompetisi Pelajar, terjadi lonjakan sebesar 393,3% dari semula 15 film pendaftar menjadi 74 film pendaftar. Pada kategori lain, Kompetisi Panjang Internasional menerima pendaftar sebanyak 188 film dan Kompetisi Panjang Indonesia menerima pendaftar sebanyak 12 film. Program Nonkompetisi FFD 2025 menerima sebanyak 231 film pendaftar dengan detail sebanyak 88 film merupakan dokumenter pendek dan 143 film merupakan dokumenter panjang.

Film terdaftar kemudian melalui tahap praseleksi oleh tim Program FFD 2025 yang kemudian dilanjutkan dengan proses seleksi oleh komite seleksi. Komite seleksi terdiri dari 3 orang pada masing-masing kategori yang memiliki latar belakang sebagai praktisi film, pengamat film, pengelola program festival, dan akademisi. Jajaran film yang lolos seleksi dikategorikan dalam program kompetisi dan nonkompetisi dengan sebaran sebagai berikut: Kompetisi Panjang Internasional terdiri dari 10 film, Kompetisi Panjang Indonesia terdiri dari 4 film, Kompetisi Pendek terdiri dari 12 film, Kompetisi Pelajar terdiri dari 6 film, Perspektif terdiri dari 10 film, Spektrum terdiri dari 8 film, Docs Docs: Short! (terbagi dalam 3 seri) terdiri dari 15 film, Utopia/Dystopia terdiri dari 5 film, Lanskap (terbagi dalam 4 seri) terdiri dari 17 film, Le Mois du Film Documentaire terdiri dari 1 film, dan Special Presentation terdiri dari 5 film.

FFD 2025 mempresentasikan 90 film dari 45 negara yang ditayangkan dalam 70 slot pemutaran selama 8 hari, tidak termasuk slot program seremonial (pembukaan, penutupan, dan penganugerahan) dan ekshibisi. Rangkaian slot pemutaran tersebut juga termasuk pemutaran film yang dilakukan secara berulang pada program tertentu. Dalam rangkaian pemutaran selama festival, terdapat 53 sesi tanya jawab yang dihadiri oleh pembuat film dan/atau perwakilan film yang ditayangkan. Sesi ini dipandu oleh pengelola program dan komite seleksi yang hadir saat festival berlangsung. Liputan sesi tanya jawab dapat diakses di sini.

Sebanyak 3.139 pengunjung hadir selama penyelenggaraan FFD 2025. Total pengunjung dihitung berdasarkan kehadirannya sebagai penonton film, peserta program nonpemutaran, dan pengunjung acara seremonial. Total pengunjung edisi tahun ini mengalami penurunan sebanyak 28,1% dibandingkan tahun lalu. Dari total tersebut, 929 pengunjung berasal dari Indonesia. Adapun pengunjung dari negara lain selain Indonesia meliputi Malaysia, Korea Selatan, Colombia, Belanda, Australia, Prancis, Republik Ceko, Jepang, Singapura, dan Tiongkok.

Dari keseluruhan data pengunjung Indonesia, sebanyak 533 pengunjung berasal dari DI Yogyakarta, 111 pengunjung dari Jawa Tengah, 68 pengunjung dari DKI Jakarta, 42 pengunjung dari Jawa Timur, dan 33 pengunjung berasal dari Jawa Barat. Sedangkan sebaran asal provinsi pengunjung Indonesia lainnya antara lain Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sumatra Selatan, Sulawesi Utara, Aceh, Bali, Banten, Riau, Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatra Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Utara, Papua, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Lampung, Maluku, Sumatra Utara, Maluku Utara, dan Sulawesi Tenggara.

Terdapat 5 kelompok usia pengunjung FFD 2025. Sebaran tersebut adalah sebagai berikut: kelompok usia ≤ 20 tahun sebanyak 19%, kelompok usia 21–25 tahun sebanyak 37%, kelompok usia 26–35 tahun sebanyak 28%, kelompok usia 36–55 tahun sebanyak 14%, dan kelompok usia >55 tahun sebanyak 2%. Selama penyelenggaraan festival, sebanyak 51% pengunjung merupakan laki-laki, 43% perempuan, 2% nonbiner, 0,1% transgender, dan 4% tidak berkenan mengisi.

Tahun ini, kelompok bidang latar belakang profesi pengunjung FFD didominasi oleh pelajar (sebanyak 38%). Kelompok lainnya adalah pembuat film (16%), praktisi seni dan budaya (11%), peneliti dan akademisi (6%), praktisi distribusi, pasar, festival, dan ekshibitor film (3%), praktisi pelayanan publik dan Lembaga Swadaya Masyarakat (2%), media (2%), dan kelompok lainnya (22%).

FFD 2025 diselenggarakan oleh 93 panitia yang terdiri dari 40 personalia dan 53 volunter. Penjaringan volunter dilakukan sejak 20–25 September 2025 melalui laman web FFD (d/a ffd.or.id/). Tahun ini, sebanyak 603 orang mendaftar sebagai volunter FFD. Pendaftar kemudian melalui tahap seleksi administrasi yang dan wawancara sebelum akhirnya dinyatakan lolos untuk bergabung sebagai volunter. Sebanyak 53 orang dinyatakan lolos dengan sebaran sebagai berikut: 28 orang merupakan perempuan, 24 orang merupakan laki-laki, dan 1 orang merupakan nonbiner.

Berdasarkan data pendaftaran, sebanyak 9 orang masuk dalam kelompok usia ≤20 tahun, 41 orang dalam kelompok usia 21–25 tahun, dan 3 orang dalam kelompok usia 26–35 tahun. Dari data tersebut, tercatat volunter termuda berusia 19 tahun dan tertua berusia 30 tahun. Adapun status volunter yang terlibat adalah 38 orang berstatus sebagai pelajar dan 15 lainnya merupakan nonpelajar. Sebaran asal institusi volunter berstatus pelajar adalah Universitas Gadjah Mada sebanyak 13 orang, ISI Yogyakarta sebanyak 9 orang, UIN Sunan Kalijaga sebanyak 6 orang, Universitas Negeri Yogyakarta sebanyak 3 orang, dan masing-masing 1 orang dari institusi sebagai berikut: ISI Surakarta, STMM Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.

Penyelenggaraan FFD 2025 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang meliputi rekan penyelenggara, juri, pembuat film, rekanan festival, dan rekanan program. Forum Film Dokumenter berterima kasih pada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Jogja Festivals, Ulsan Ulju Mountain Film Festival, Cemeti-Institut untuk Seni dan Masyarakat, Magister Ilmu Religi dan Budaya USD, Eye Filmmuseum, Milisifilem Collective, Jogja Fotografis Festival (JOFFIS), Institut français Indonésie Yogyakarta, Le mois du film documentaire, Japan Foundation, Indonesia Dramatic Reading Festival (IDRF), Komunitas Film Kupang, Festival Film Purbalingga, Aceh Documentary, Toko Perihal Cinta, Langgeng Art Foundation, Pascasarjana ISI Yogyakarta, Kedai Kebun Forum, Rekambergerak, Royal Brongto, Stylo Coffee, Yes No Wave, Sakatembi, The Tribes, Project Multatuli, Konde.co, dan Senirupaid, Pandangan Jogja.

Seluruh detail program dan pelaksanaan FFD 2025 dapat dilihat di sini atau unduh katalog digital di sini. Anda juga dapat mengakses seluruh naskah liputan dan ulasan film di sini. FFD 2026 akan menjadi edisi ke-25 penyelenggaraan FFD. FFD 2026 akan dilaksanakan pada 20—27 November 2026 di Yogyakarta, Indonesia. Sampai jumpa!