Setelah lebih dari 200 tahun, pohon-pohon zaitun dan kaktus tua di sebuah daerah di Damaskus dilahap ekskavator atas arahan kepala mandor Bashar Al-Asaad. The Orchards (Antoine Chapon, 2025) hadir sebagai kaleidoskop yang menyajikan perenungan dan resistensi masyarakat Damaskus. Meskipun rezim diktatorisme Bashar Al-Asaad sudah hengkang, ada sebuah kebutuhan untuk mengisi revolusi sebagai momentum untuk mengembalikan mereka yang telah kehilangan segalanya, rumah, keluarga, dan nyawa.
Film ini menawarkan eksposisi dalam menangkap aktivisme melalui cetak biru maket digital pembangunan kota Marota, sebuah proyek pembangunan kota mutakhir di bekas tanah pengusiran di Damaskus, Al-Basateen. Sutradara Chapon bersama masyarakat Al-Basateen yang telah menjadi korban penggusuran menceritakan kisah mereka yang melawan rancangan tiga dimensi Marota dengan tempelan grafiti dan “penanaman kembali” pohon zaitun, kaktus, pir, delima, dan murbei. Riuh amarah dan kesedihan saling berkecamuk ketika kita bertemu dengan nyanyian dan panji-panji Revolusi Suriah yang mereka bawakan dengan kepalan tangan tak berwajah. Bagian tersebut kemudian berpindah ke dokumentasi pemukiman dan lahan kebun dan tumbuhan yang subur, kontras dengan rekaman ekskavator yang menggilas dan mencabutinya.

Lembaran selotip tebal merekat di lantai, membentuk denah rumah yang mengingatkan seorang perempuan pada sesuatu yang hilang.
“We will finish our story, and we will come back,” … “The empty cities don’t breathe, we will come back.”
“Kami akan menuntaskan kisah kami, dan kami akan kembali,” … “Kota-kota yang kosong tidak bernapas, kami akan kembali.”
Satu per satu pada akhirnya akan kembali. Kaktus itu, pada kenyataannya, akan tumbuh bersama. Di antara tembok-tembok gedung, jalanan aspal, infrastruktur gersang, hingga mengambang di langit-langit biru Damaskus. (Gantar Sinaga) (Ed. Vanis)
Detail Film
The Orchards (Al Basateen)
Antoine Chapon | 25 min | 2025 | Prancis
Seleksi Resmi untuk program Perspektif
Festival Film Dokumenter 2025



