Menjahit Kembali Pesisir Barat yang Lepas

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on print

Kanada memiliki salah satu ajang film prestisius bagi sineas di seluruh dunia dalam wujud Toronto International Film Festival. Tetapi yang mungkin tidak banyak orang ketahui, perkembangan sinema di negara tersebut harus bersihadap dengan berbagai persoalan pada awal perkembangannya. Termasuk bagi perkembangan dokumenter.

Piers Handling dan Jerry White menyebut perkembangan dokumenter di Kanada tidak lepas dari perkembangan sebuah institusi bernama National Film Board (NFB) pada tanggal 2 Mei 1939. Kehadirannya muncul sebagai pionir pengembangan hampir segala bentuk film yang ada, mencakup dokumenter, animasi, hingga feature films. Perkembangan awalnya tak lepas sebagai alat promosi. Salah satu yang cukup berkesan adalah film berjudul Living Canada yang didesain untuk mempersuasi orang-orang di Britania Raya agar bermigrasi ke Kanada.

Selain itu, dokumenter Kanada menemukan signifikansinya di era Perang Dunia Pertama. Tak hanya perang secara fisik, perang wacana pun menjadi medan yang tak luput untuk disesaki. NFB yang telah eksis dan ditangani oleh John Grierson mengembangkan dokumenter lebih jauh lagi.  Dokumenter menjelma menjadi medium untuk menyebarkan informasi. Film dokumenter Kanada, seperti Canada Carries On dan The World in Action menjelma menjadi alat propaganda yang menjangkau jutaan penonton. Usai perang, dokumenter Kanada yang masih banyak diinisiasi oleh NFB menjadi bentuk catatan lain tentang kelompok etnis, penduduk asli, dan masalah sosial yang ada di Kanada.

Terkhusus untuk tema-tema dokumenter Kanada pasca Perang Dunia, sebenarnya tak sepenuhnya baru. Perkembangannya memang baru marak setelah kecamuk perang mereda. Namun bibitnya sudah bisa ditelusuri sejak tahun 1914.

FFD 2019 - Opening Day

Pada tahun tersebut, antropolog Edward S. Curtis menyutradarai film In the Land of the Head Hunters bersama masyarakat Kwakiutl di Provinsi British Columbia, provinsi paling barat di Kanada. Selain menyajikan perspektif yang cukup dekat mengenai masyarakat Kwakiutl, dokumenter ini menjadi salah satu tonggak yang cukup signifikan mengenai adanya dokumenter dari daerah pesisir barat (West Coast) Kanada. Sebab, film ini diklaim berlandaskan prinsip-prinsip dokumenter yang berlaku pada waktu itu.

Selain itu, dokumenter ini juga merupakan salah satu film yang secara terang-terangan menunjukkan British Columbia sebagai provinsi yang menjadi bagian dari pesisir barat Kanada. Sesuatu yang tak lagi tampak dalam produksi-produksi film West Coast setelahnya.

Bahkan posisi Kanada yang terpinggirkan bisa juga dilihat dari posisi British Columbia. Provinsi itu merupakan salah satu basis produksi sinema Kanada yang tak kalah dengan tempat lain seperti Toronto atau Montreal. Insentif pajak yang memikat filmmaker menjadi sebab yang tentu bisa memangkas biaya produksi. Meski demikian ada hal nahas yang mencuat dari kondisi tersebut. Sangat jarang sebuah proyek film menampilkan panorama seperti hutan eksotis dan pesisir di British Columbia sebagai daerah itu sendiri. Ruang-ruang urban dan rural tersebut malah sering ditawarkan sebagai visual pengganti untuk pemandangan di Amerika Serikat.

FFD 2019 - Einst

Tahun ini, Festival Film Dokumenter (FFD) mencoba untuk menyajikan kembali bagaimana panorama sebenarnya dari daerah yang kerap menjadi objek eksploitasi secara presentasi sinematik itu. Sajian program Focus on Canada: Pacific Standard Time menyatukan karya-karya gambar bergerak yang historis dan kontemporer dari karya para filmmaker dan seniman dari British Columbia. Masing-masing karyanya menjawab pertanyaan tentang temporalitas sinematik yang berbeda dan kekhasan geografis pesisir barat Kanada tersebut.

Focus on Canada kali ini akan mempresentasikan tujuh film. Dimulai dengan hitungan mundur Opening Day (Zoe Kirk-Gushowaty, 2016) yang menangkap sensasi menegangkan dari lapangan pacu Hastings di Vancouver. Pengambilan film yang satu ini menjadi menarik lantaran mengandalkan satu rol film Super 8 saja.

Filmmaker lain menggunakan satu rol film sebagai titik awal investigasi mereka. Entah itu durasi dari one take shot dalam Einst (Jessica Johnson, 2016) yang memikat. Atau dalam Seeing in the Rain (Chris Gallagher, 1981), dimana dokumentasi sang filmmaker pada perjalanan bus di tengah hujan gerimis  melewati Jalan Granville di Vancouver diacak dan diedit menjadi satu pertunjukkan tentang awal dan akhir yang menghipnotis.

FFD 2019 - Television Spots

Pada pemutaran lain, waktu dan tempat tumpang-tindih dalam karya Canadian Pacific II ( David Rimmer, 1975) yang menyusun klip rekaman kereta, pegunungan, dan Pelabuhan Vancouver. Sedangkan Eclipse (Peter Lipkis, 1979) sesuai namanya, menyajikan gerhana yang dilihat secara langsung dari dalam kamar hotel, bersamaan dengan liputannya di televisi.

Akhirnya, program ini mengikutsertakan karya-karya para seniman video yang terinspirasi dari film pendek maupun panjang. Diproduksi sesuai dengan standar penayangan televisi dan disiarkan secara lokal Television Spots (Stan Douglas, 1991) menawarkan narasi petunjuk-petunjuk misterius dalam fragmen-fragmen 15 dan 30 detik. Serta eksplorasi T.W.U. Tel (Amelia Produtions, 1981) yang mendokumentasikan pendudukan pusat-pusat telepon utama di provinsi British Columbia selama lima hari oleh Serikat Pekerja Telekomunikasi di provinsi itu.

Program Focus on Canada: Pacific Standard Time bisa dinikmati di FFD 2019 pada 2-7 Desember 2019. Cek Jadwal festival untuk memeriksa agenda lengkap FFD 2019.

Close Menu