Watermind

Sinopsis
Berlatar di Kalibata Pulo, sebuah kawasan padat penduduk yang terletak di antara Sungai Kali Pulo dan Sungai Kali Pejaten serta sering dilanda banjir setiap tahun, film ini mengabadikan situasi, kenangan, dan kesaksian para warga yang hidupnya terbentuk oleh kondisi geografis tempat tinggal mereka.
Kredit

Helmi Yusron
Helmi Yusron merupakan juru rekam lapangan, pembuat film, dan seniman audiovisual. Karyanya, Kulihat Kau Lihat Dia (2023), ditayangkan perdana di ARKIPEL–Festival Film Dokumenter & Eksperimental Internasional Jakarta lalu diputar di Festival Painting with Light di National Gallery Singapore. Ia merupakan bagian dari Sigisora dan saat ini menjadi peneliti pendamping dalam proyek “Futures of Listening: Water Knowledge from Two Cities”, yang didukung oleh British Academy. Film terbarunya, A Saucerful of Secrets (2025), ditayangkan perdana di Festival Film Tengah.

Van Luber Parensen
Van Luber Parensen merupakan seniman, perekam suara, dan pembuat film yang berdomisili di DKI Jakarta. Ia merupakan anggota Milisifilem Collective dan salah satu penggagas Sigisora, sebuah kolektif berbasis pendengaran yang telah menjadi landasan praktik artistik kolaboratifnya sejak 2024. Melalui riset artistik dan praktik berbasis komunitas, karyanya mengeksplorasi suara, film, dan seni visual sebagai media untuk menyelidiki isu-isu seputar air, lingkungan perkotaan, ekologi, dan sejarah kolonial.

Suk-Jun Kim
Suk-Jun Kim merupakan komposer dan seniman suara asal Korea yang karyanya diterbitkan oleh ICMC, IMEB, SEAMUS, dan M&R. Kim telah menerbitkan dua buku, yaitu “Humming” yang diterbitkan oleh Bloomsbury dan “Hasla” yang diterbitkan oleh Kehrer Verlag Heidelberg. Proyek humming-nya telah menghasilkan sebuah CD solo berjudul “Humming” pada tahun 2019.

Hafiz Rancajale
Hafiz Rancajale merupakan seniman, kurator, pendidik, dan sineas. Ia merupakan salah satu pendiri Forum Lenteng Jakarta. Ia pernah menjabat sebagai direktur artistik ARKIPEL–Jakarta International Documentary & Experimental Film Festival (2013–2023) serta menjadi pendiri dan direktur artistik OK Video Jakarta International Media Art Festival (2003-2011).



