Terbuka di tab baru

War is Tender Thing

201374 min15+
War is Tender Thing

Sinopsis

Dalam War is Tender Thing, saya mengungkapkan cerita dari perang yang sangat panjang di Filipina. Kawasan pertempuran tersebut adalah tempat dimana Saya dibesarkan – Tanah yang Dijanjikan atau Mindanao, Filipina. Bagaimanakah seseorang dapat menceritakan kembali cerita sebuah peperangan hingga sangat tertanam kuat dalam kehidupan sehari-harinya sehingga telah menjadi norma? Bagaimanakah seseorang mengartikan ulang perang melalui kerabat orang lain, lewat kulit orang lain? Orang lain memulainya dengan sesuatu yang sangat Ia sayangi. Saya mulai dari rumah.

Kredit

Sutradara

    Adjani Arumpac

    Seorang penulis sekaligus pembuat film asal Mindanao, Filipina. Saat ini, ia berdomisili di Quezon City, Metro Manila. Ia meraih gelar Sarjana (BA) di bidang Film dan Komunikasi Audiovisual dari University of the Philippines. Karya penyutradaraannya meliputi: “Walai” (2006), sebuah film dokumenter panjang mengenai perempuan Muslim di Mindanao, Filipina; “Nanay Mameng” (2012), film dokumenter tentang kehidupan Carmen Deunida, seorang pemimpin warga miskin kota di Filipina yang sangat disegani dan telah berusia di atas 80 tahun; serta “War Is a Tender Thing” (2013).

Detail

  • Negara ProduksiPhilippines
  • TakarirEnglish
  • WarnaColor
  • Penghargaan2014 - Special Mention Award - Yamagata Int'l Documentary Film Festival
  • Rekam Jejak Festival2014 - ChopShots Documentary Film Festival
    2014 - DMZ Int'l Documentary Film Festival
    2013 - Yamagata Int'l Documentary Film Festival

Partisipasi di Festival

Edisi | Program
  • 2014Journey 1

Dalam program yang sama: Journey 1