Turang

Sinopsis
Berlatar semangat perjuangan melawan agresi Belanda yang berlangsung di seluruh wilayah Indonesia, film ini merupakan gambaran warga Desa Seberaya dan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, yang berjibaku mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dengan berbagai bidikan lanskap yang menggambarkan semangat kewargaan, film ini berkisah tentang pejuang Rusli yang terluka dan harus dirawat di sebuah desa. Semasa penyembuhan, Rusli dirawat oleh Tipi, adik Tuah, teman seperjuangannya.
Beriring kesembuhan Rusli, tumbuh pula perasaan cinta di antara keduanya hingga kemudian keberadaan Rusli diketahui oleh pasukan Belanda. Pertemuan pasukan pejuang Indonesia dan pasukan Belanda menjadi tak terelakan. Pertempuran mempertahankan kemerdekaan Indonesia di saat bersamaan adalah pertempuran mempertahankan desa dari pasukan Belanda. Pergulatan antara mempertahankan kemerdekaan Indonesia pun serentak menjadi pergulatan pribadi, mewarnai latar perjuangan warga desa dan pasukan pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.
Jadwal
27 November 2025, 19:00 WIB
Pascasarjana ISIOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.
Kredit

Bachtiar Siagian
Bachtiar Siagian (19 Februari 1923–19 Maret 2002) lahir di Binjai, Sumatra Utara, adalah sutradara, penulis skenario film, dan naskah drama. Sebelum memasuki dunia film, Bachtiar aktif di teater. Beberapa naskah yang ia tulis untuk teater di antaranya adalah Rosanti, Lorong Belakang, dan Batu Merah Lembah Merapi. Bachtiar banyak belajar secara otodidak dengan membaca tulisan-tulisan sutradara Rusia Vsevolod Pudovkin (1893–1953). Beberapa filmnya, Kabut Desember (1955), Daerah Hilang (1956), Turang (1957), Piso Surit (1960), dan Violetta (1962) banyak memberikan gambaran pada situasi dan psikologis masyarakat Indonesia. Filmnya, Daerah Hilang, mengalami sensor pada masanya.
Pada 1960, Bachtiar memenangkan penghargaan sebagai Sutradara Terbaik Pekan Apresiasi Film Nasional—sekarang FFI (Festival Film Indonesia)—untuk film Turang. Film tersebut diputar di Festival Film Asia Afrika (The Afro-Asian Film Festival [AAFF]) di Taschen, Uzbekistan pada 1958. Bachitar menjadi ketua LFI (Lembaga Film Indonesia) bentukan organisasi sayap Partai Komunis Indonesia, Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) pada 1959. Bersama Lekra, Bachtiar mendorong pembubaran AMPAI (American Motion Picture Association of Indonesia) atas monopoli film-film Amerika di Indonesia pada masa itu.





