The Last Accord: War, Apocalypse, and Peace

Sinopsis
Film ini mengisahkan perjalanan luar biasa salah satu konflik terpanjang dan mematikan di Asia Tenggara. Selama hampir 3 dekade, konflik berlangsung antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dokumenter ini mengisahkan perjalanan penuh tantangan proses perdamaian di Aceh, sesuatu yang sering dinilai sebagai “mission impossible”, dengan memperlihatkan kisah di belakang layar penuh lika-liku dramatis yang pada akhirnya bermuara pada Perjanjian Helsinki.
Apa yang membuat perdamaian dapat terwujud setelah bertahun-tahun gagal? Bagaimana Aceh bertransformasi setelah tercapai kesepakatan damai? Pertanyaan-pertanyaan ini akan dijawab di dalam The Last Accord: War, Apocalypse, and Peace (2025), sebuah karya yang menceritakan konflik dan rekonsiliasi yang akhirnya membuka jalan menuju masa depan baru bagi Aceh.
Jadwal
23 November 2025, 19:00 WIB
Kedai Kebun ForumOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.Q&A
Kredit

Arfan Sabran
Arfan Sabran adalah pembuat dokumenter Indonesia. Dengan debut dokumenternya, Suster Apung, ia berhasil meraih penghargaan Film Terbaik dan Film dengan Sinematografi Terbaik di Eagle Awards 2006. Debut film dokumenter panjangnya, The Flame (Bara), ditayangkan perdana di Visions du Réel 2021. Film dokumenter produksinya, Rabiah dan Mimi, berhasil memenangkan pitching forum di Tokyo Docs Film Festival 2019 serta mendapatkan kesempatan koproduksi internasional dengan TBS Sparkle Tokyo dan tayang perdana di NHK Jepang.

Andini Effendi
Andini Effendi adalah jurnalis independen dan pembuat film dokumenter. Ia memenangkan penghargaan Best Current Affairs Presenter di Asian Television Awards 2019 dan 2020. Ia juga penerima penghargaan jurnalisme Elizabeth O’Neil dari pemerintah Australia.





