Statues Rule the Waves

Sinopsis
Statues Rule the Waves (2024) mempertemukan dua tokoh perempuan muda yang menjadi simbol sejarah penindasan: Anne Frank dan Martha Christina Tiahahu. Meskipun berasal dari tempat yang berbeda, mereka terhubung oleh tanah, sejarah, dan satu orang yang sama. Melalui perjalanan pribadi sang sutradara yang mengunjungi tempat ia dibesarkan dan tempat kakek-neneknya dipaksa pergi, film ini membentuk kolase pertemuan yang menantang budaya ingatan kontemporer kita dan cara kita membangun narasi.
Jadwal
26 November 2025, 15:15 WIB
Pascasarjana ISIOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.28 November 2025, 19:00 WIB
Langgeng Art FoundationOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.
Kredit

Noah Berhitu
Noah Isa Berhitu (lahir 1996) adalah pembuat film Belanda-Maluku yang karyanya mengeksplorasi persinggungan identitas sosial, budaya ingatan, dan diaspora. Dengan dekolonialitas sebagai inti dari praktiknya, ia berupaya merangkai narasi tandingan yang menantang cerita dan sejarah yang tidak lengkap.
Detail
Ulasan Terkait
Di Antara Anne dan Martha
Baca artikelSebelum dunia mengenal nama mereka, ada seorang gadis yang menulis dan seorang gadis yang membakar. Satu bersembunyi di balik dinding, mengajarkan ketakutan untuk berbicara melalui tinta. Yang lain berdiri di…






