Vakansi Digital

— Ulasan Film
FFD 2025

Apa jadinya jika dua karakter akal imitasi (AI) melakukan pencarian rekomendasi tempat liburan untukmu melalui Google Street View? Dalam durasi singkat, Machine Vacations (Hadafi Raihan Karim, 2025) mampu menjawab pertanyaan tersebut. Menggunakan pendekatan berbasis teknologi, dokumenter pendek ini memosisikan AI sebagai pelancong digital yang melintasi data dan ikon internet. Ketika narasi mengenai teknologi ditempatkan selayaknya manusia yang mengambil keputusan, lantas siapa yang sebenarnya mengendalikan siapa?

Manusia mengambil keputusan dengan segudang bagasi pengetahuan dan perasaannya, tetapi ketika ia ditransformasi menjadi prompt AI, diolah mesin, dan dikeluarkan dalam bentuk keputusan fana, maka kita perlu merenungkan apa arti pilihan itu sendiri. Machine Vacations menyentil hal yang sering kita abaikan mengenai keberadaan mesin, teknologi, dan posisinya dalam kehidupan manusia. Dalam skala yang lebih besar, kita dapat menganggapnya sebagai aktor yang turut serta menghuni, atau bahkan mengambil keputusan, dalam lakon hidup manusia.

Menggunakan wacana post-cinema di program Perspektif, Machine Vacations menawarkan cara non-konvensional dalam menyajikan narasinya. Kamera dan layar dileburkan, seluruhnya dikendalikan melalui mesin, diolah menggunakan mesin, juga ditampilkan dalam mesin. Kini, apa yang tersisa dari vakansi jika seluruhnya dapat ditunggangi dan “dinikmati” oleh mesin? (FadliAwan) (Ed. Vanis)

 

Detail Film
Machine Vacations
Hadafi Raihan Karim | 7 min | 2025 | Indonesia
Seleksi Resmi untuk program Perspektif
Festival Film Dokumenter 2025