Agak sulit untuk mendeskripsikan Individual Distortion. Grindcore bukan, breakcore pun kurang merangkap ke-keos-an yang hadir dalam ledakan soniknya. Dirinya sendiri mengaku-ngaku bahwa ia adalah unit ngentotcore, apa pun artinya itu.
Individual Distortion adalah Adythia Utama sendiri. Membuat musik menggunakan Fruity Loops 8 pada operating system Windows XP dan impuls kreatifnya yang juvenil, ia telah bergerak di skena musik underground selama belasan tahun. Sebagai gambaran, salah satu lagu pertamanya berjudul “Titit Saya Gede”, yang menggunakan drum loop ala New Order, bassline yang abrasif, dan sampel vokal robot yang terus menerus menyebutkan judul lagunya sepanjang durasi. Melihat kenaifan dan logika ia berproses, ia memiliki jiwa-jiwa Daniel Johnston jika Johnston merupakan anak film IKJ yang tumbuh dewasa dengan pergaulan yang bebas dan akses internet yang tidak diawasi. Judul-judul musiknya yang lain juga variatif, misalnya “Tukang Ngentot Must Die!”, “Palakan Parkir Ormas Berak Sekebon”, dan juga “Dekonstruksi Hati, Karir, dan Sinema”.

A Distorted Individual (2025) merupakan dokumenter oleh Adyth dan tentang Adyth yang ingin membuktikan dirinya dan juga memvalidasi upaya-upayanya dalam skena musik underground. Caranya adalah untuk berusaha mendapatkan penghargaan dari Anugerah Musik Indonesia (AMI)—hanya karena AMI sendiri mengecap diri mereka sebagai “penghargaan tertinggi untuk musik Indonesia” pada bio Instagram-nya. Sepanjang durasi, kita melihat Adyth menavigasi proses kreatif, mencari formula kesuksesan pasar, dan juga mengakali sistem penghargaan dengan membuat lagu berbahasa Minang demi mendapatkan nominasi dalam kategori “lagu berbahasa daerah terbaik.”
Dengan pembawaan yang jenaka, perlahan dokumenter ini mengalihkan fokusnya dari proses kreatif Adyth demi mendapatkan nominasi menjadi sebuah exposé terhadap AMI. Dengan cara yang terus terang, dokumenter ini menyoroti para penggerak skena musik—musisi hingga jurnalis—yang bercerita tentang pengalaman dan temuan mereka tentang penghargaan tersebut—dari betapa bobroknya sistem nominasi hingga kualitas dari piala AMI sendiri.

Dengan penuh ironi juga kesungguh-sungguhan, dokumenter panjang ini menjadi olokan dan juga surat cinta untuk skena musik Jakarta. Menghadirkan segenggam musisi-musisi kontemporer Indonesia—A Distorted Individual tidak hanya menyoroti Individual Distortion saja, tetapi juga memunculkan segelintir intipan ke dalam lanskap musik Jakarta, gerak-gerik dinamisnya, sembari membuat penontonnya tertawa terbahak-bahak. (Timmie) (Ed. Vanis)
Detail Film
A DISTORTED INDIVIDUAL.
Adythia Utama | 98 min | 2025 | DKI Jakarta, Indonesia
Berkompetisi dalam program Kompetisi Panjang Indonesia
Festival Film Dokumenter 2025



