Menulis Ulang Legenda Melalui A Vague Outline

— Berita
FFD 2025

Penayangan kompilasi Kompetisi Pendek berlangsung di Pascasarjana ISI Yogyakarta pada 22 November 2025 sebagai bagian dari Festival Film Dokumenter (FFD) 2025. Sesi ini menayangkan kompilasi film A Vague Outline (Giorgia Piffaretti, Nicolle Bussien; 2025), Perishable Idol (Majid Al-Remaihi, 2024), This is Not Your Garden (Carlos Velandia, Angélica Restrepo; 2025), dan THINGS HIDDEN SINCE THE FOUNDATION OF THE WORLD (Kevin Walker, Irene Zahariadis; 2025). Pemutaran film diikuti oleh sesi tanya jawab dengan sutradara A Vague Outline, Giorgia Piffaretti dan Nicolle Bussien, yang dimoderatori oleh Valencia Winata, salah satu selektor program ini. Sesi diskusi dimulai dengan cerita para pembuat film mengenai awal mula proyek ini, yang awalnya merupakan sebuah performance lecture sebelum berkembang menjadi bentuk film, dibentuk dari kumpulan fakta, anekdot, dan sumber-sumber berbeda yang diolah menjadi pengalaman yang lebih imersif.

Valencia memulai dengan bertanya tentang latar belakang proyek dan hubungannya dengan penelitian yang lebih luas dari para pembuat film. Piffaretti menjelaskan bahwa eksplorasi awal dimulai dengan patung-patung publik yang mengundang kontroversi, yang kemudian berkembang menjadi studi tentang lanskap dan lingkungan material di sekitar tambang marmer.

Percakapan kemudian beralih pada konteks pemutaran film dalam kompilasi tersebut. Menanggapi pertanyaan Valencia tentang menonton A Vague Outline bersama tiga karya lain yang merefleksikan lanskap dan hubungan antara manusia/non-manusia dan ruang, para pembuat film menyatakan bahwa koneksi tematiknya masih terlampau segar untuk mereka dalami, tetapi mereka menyadari adanya persimpangan melalui perspektif tentang memori dan interpretasi.

Pertanyaan untuk penonton pun dibuka, salah satunya menyoroti struktur film dan keputusan untuk menempatkan “pernyataan utama” tentang patung publik di bagian akhir. Piffaretti menjelaskan bahwa proses penyuntingan film ini masih menyimpan jejak asal-usulnya sebagai performance lecture, yang menggunakan pendekatan bertahap terhadap berbagai anekdot dan legenda untuk mencapai pergeseran dari alam dan persepsi menuju konstruksi bentuk dan interpretasi yang lebih aktif.

Seorang penonton lain bertanya tentang bagaimana fakta dan anekdot digabungkan dalam film ini. Piffaretti dan Bussien menjawab dengan menceritakan bahwa legenda terakhir dalam film sebenarnya adalah fiksi yang mereka tulis, dengan mengikuti gaya legenda tradisional, sementara konten dan anekdot nyata dikumpulkan dari tambang marmer dan percakapan dengan orang-orang di lokasi. Para pembuat film menjelaskan proses berlapis yang bergerak dari imajinasi dan legitimasi menuju intervensi konkret dalam bentang alam.

Sebelum menutup sesi, Valencia mengajukan pertanyaan terakhir mengenai proses kolaboratif di balik film. Para sutradara menjelaskan bahwa dalam kasus ini, kolaborasi tumbuh secara organik dari pengalaman kerja sebelumnya dan persahabatan panjang keduanya. Mereka mengambil setiap keputusan kreatif secara bersama-sama dan mempertimbangkan dengan cermat alasan di balik setiap keputusan. Sesi ditutup dengan apresiasi dari penonton sebelum beralih ke segmen pemutaran berikutnya. Kompilasi ini akan diputar untuk kedua kalinya pada 25 November 2025. Daftarkan diri Anda di ffd.or.id. (Vanis, 22/11/2025)