aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
— Sapardi Djoko Damono, “Aku Ingin” (1989)
Membicarakan cinta tak pernah bisa sesederhana (atau sama kompleksnya dengan) angan-angan Sapardi seperti dalam puisinya. Dalam Planet of Love (Ika Wulandari, 2023), cinta dibicarakan secara akrobatik. Ia bermain di antara tapal batas kehidupan dan kematian; menari di atas garis tipis kehilangan dan keikhlasan. Film ini mengikuti kehidupan di Yayasan Lentera Surakarta, sebuah panti asuhan anak-anak dengan HIV/AIDS di kompleks makam, yang sering membuat orang-orang ketakutan untuk mendekat sehingga pandangan mereka tersekat; tak lihat cinta yang lewat.

Di Yayasan Lentera, cinta jadi denyut nadi yang mendegupkan hari demi hari: lewat segelas susu dan dosis obat harian, sablon kaus bertuliskan Never Ending Tresno (cinta tak berujung), dan peringatan untuk tidak membeberkan identitas tempat tinggal di sekolah agar tetap diperbolehkan mengikuti kelas. Planet of Love menelusuri dan menyajikan rupa-rupa cinta yang jauh dari sederhana lewat laku hidup yang sarat kesederhanaan.
Cinta dalam film ini meluber ke praksis sosial. Ia menjelma melalui inisiatif “Network of Love” yang mendorong sekolah-sekolah di berbagai kota agar lebih terbuka pada anak-anak dengan HIV/AIDS. Planet of Love memperlihatkan bahwa cinta juga berinteraksi di dalam dan melalui layar, memicu dan memacu perubahan nyata lewat mata-mata yang menyimaknya lewat kerinduan kolektif akan dunia yang lebih “mesra”; rapuh, berani, dan manusiawi. Mungkin di sanalah “tepi cinta” itu berada: di batas halus antara layar dan kenyataan, antara tontonan dan tindakan. Sebab cinta, dan juga layar, tak bertepi; atau barangkali jika iya, tepinya adalah ketika kita berhenti percaya bahwa film beroperasi menggurita ke ruang-ruang lain setelah ruang pemutaran. (Hesty N. Tyas) (Ed. Vanis)
Detail Film
Planet of Love
Ika Wulandari | 100 min | 2025 | Indonesia
Dipresentasikan dalam program Special Presentation
yang diikuti dengan sesi DOC Talk
Festival Film Dokumenter 2025



