Pada 24 November 2025, pemutaran film kompetisi pendek diadakan di Kedai Kebun Forum, Yogyakarta. Tahun ini, kompetisi film pendek menampilkan 12 film dari berbagai negara dengan tema yang beragam. Keduabelas film tersebut ditayangkan dalam berbagai kompilasi. Malam itu, pemutaran The Mother and the Bear (Yasmina El Kamaly, 2024), MIREN FELDER (Malen Otaño, 2024), Babylonia (Duda Gambogi, 2024), dan Main Home (Cristian Hidalgo, 2024) dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dimoderatori oleh Valencia Winata. Sutradara Cristian Hidalgo hadir secara langsung dan disambut dengan antusiasme hangat dari penonton.
Main Home (judul asli La Casa Grande) mengisahkan tentang sebuah rumah di desa kecil Kolombia yang menjadi pusat konflik kekerasan pada 2001. Rumah yang dulunya menjadi latar kehidupan keseharian sebuah keluarga berubah menjadi tempat terlantar dan trauma. Melalui olah visual tentang ingatan dan kesadaran atas pengabaian, film ini menawarkan gagasan untuk membangun kembali rumah tersebut agar dapat kembali dihuni.

Valencia membuka diskusi dengan bertanya tentang sintesis referensi sastra dalam film—novel La Casa Grande (1962) karya Álvaro Cepeda Samudio dan buku Psychoanalysis of Fire (1938) karya Gaston Bachelard. Cristian menjelaskan bahwa menulis telah lama menjadi inti dari proses kreatifnya dan bahwa sastra membentuk dasar pengembangan karya -karyanya. Ia bercerita tentang keluarganya yang menyebut rumah mereka sebagai la casa grande (lit. rumah yang agung). Hal ini membawanya untuk membaca novel Samudio dan menemukan kesamaan antara narasi buku tersebut dengan sejarah keluarganya.
Selanjutnya, Cristian menguraikan bagaimana film tersebut mentransformasi ritme dan imaji sastra menjadi bahasa sinematik, sambil mengenang kenangannya yang terkait dengan api dan mesin pengering kopi di masa kecilnya. Ia menggambarkan proses tersebut sebagai koneksi antara menulis, memori, dan konstruksi visual, “Proses menulis melintasi seluruh proses kreatif,” menghubungkan kerangka konseptual buku-buku tersebut dengan pengalamannya pribadi.

Valencia mengajak Cristian untuk membahas bentuk film dan presentasi visual kreatif layaknya mimpi dalam film tersebut. Melalui pendekatan dokumenter eksperimental, Cristian menjelaskan bagaimana film tersebut bermain dengan kesadaran dan ketidaksadaran dengan menyajikan ruang dan objek sebagai agen yang aktif. Cristian menggambarkan rumah itu sendiri sebagai “sebuah tubuh… karakter lain dalam film”, dengan objek-objek bertindak sebagai kehadiran yang hidup alih-alih elemen latar belakang saja. Pilihan pembingkaian dan komposisi film yang close-up secara sengaja dirancang untuk mendisrupsi orientasi geografis, memungkinkan penonton untuk membayangkan ruang dengan interpretasi atas lanskap yang bebas.
Para penonton berkesempatan untuk melontarkan pertanyaan, salah satunya tentang bagaimana keluarga Cristian merespons ketika melihat diri mereka dalam film. Cristian mengungkapkan bahwa proses tersebut menjadi kolaborasi yang intim, menyingkap hubungan yang lekat, “Ini lebih merupakan pengalaman kemanusiaan sebagai keluarga… kami menemukan hal-hal baru dari setiap anggota.” Ia merefleksikan bagaimana keluarganya beralih ke peran sebagai pemeran dengan kenyamanan dan keyakinan melalui proses imersif selama dua bulan. Sesi ditutup dengan catatan tentang transformasi anggota keluarga non-profesional menjadi pemeran, yang memberikan tekstur unik pada gambar film. Cristian menyatakan bahwa film ini dibuat selama lebih dari 5 tahun, dengan aspek paling menantang adalah penemuan bentuk, diikuti oleh 3 tahun untuk mendapatkan dukungan produksi.

Sesi tanya jawab diakhiri dengan ucapan terima kasih dari sutradara dan apresiasi dari penonton. Film ini, bersama film-film lain dalam kategori Kompetisi Pendek, masih dapat dinikmati di Festival Film Dokumenter 2025 hingga 28 November 2025. (Vanis, 24/11/2025)



