Enam film pilihan akan ditayangkan secara gratis dan untuk umum sebagai bagian dari inisiasi Art Combating Silence. Art Combating Silence merupakan seruan seniman Indonesia melawan normalisasi dan pengabaian genosida, kejahatan perang, dan kekejaman terhadap anak-anak di Palestina. Keenam film merupakan bagian dari dua puluh koleksi gulungan film 16 mm yang disimpan dan dijaga oleh anggota kelompok solidaritas Palestina Jepang di Tokyo. Proses dokumentasi dan digitalisasi dilakukan oleh CRAMP (Centre for Research of Audiovisual Memory Practices) untuk proyek penelitian Film Subversif Tokyo Reels, 2022.
Film yang akan ditayangkan:

Blown by the Wind
Sutradara Jack Madvo, Lebanon, 1971
Serangkaian gambar yang penuh warna, dilukis oleh anak-anak Palestina, dihidupkan kembali dalam film Blown By the Wind. Gambar-gambar diam yang disusun dalam montase ini memberikan sekilas gambaran tentang kehidupan sehari-hari mereka, kenangan, dan imajinasi mereka setelah terpaksa mengungsi dan mencari suaka di Lebanon pasca Perang Enam Hari pada 1967. Film ini ditayangkan pada Venice Film Festival dan meraih penghargaan di Leipzig Film Festival, serta di Cekoslowakia dan Tunis.

Land Day
Disutradarai oleh Ghaleb Shaath, Jepang, 1983
Film asli direkam sekitar waktu peringatan pertama Land Day pada tahun 1977, dan mendokumentasikan berbagai peristiwa yang terjadi di kota-kota dan desa-desa Palestina di wilayah Lower Galilee di Palestina yang dijajah. Acara peringatan tersebut dimanfaatkan untuk mengumpulkan kesaksian mengenai apa yang terjadi pada tahun 1976 selama demonstrasi menentang perampasan tanah Palestina yang berkelanjutan. Wawancara lain dengan para walikota dan ketua dewan setempat memberikan konteks serta sejarah Hari Tanah. Versi yang ditayangkan ini merupakan adaptasi Jepang dari film asli “Land Day”, yang diproduksi enam tahun kemudian dengan tambahan konteks sejarah mengenai perjuangan Palestina dan “Hari Tanah” itu sendiri.

Palestine: The Path to Tragedy
Sutradara Don Catchlove, Inggris, 1970
Atas permintaan Liga Arab, sutradara Don Catchlove memanfaatkan kembali arsip kolonial Inggris untuk mengeksplorasi masalah Palestina, dimulai dari Mandat Inggris dan dilanjutkan dengan pemberontakan Palestina melawan mandat tersebut serta proyek pemukiman Zionis yang merayap. Meskipun dibuat oleh sutradara Inggris, film ini dianggap sebagai salah satu upaya awal untuk mendekolonisasi arsip terkait Palestina, menyajikan narasi perlawanan yang berasal dari dalam arsip itu sendiri, sekaligus menentang narasi Barat mengenai peristiwa-peristiwa yang mengarah pada kolonialisasi Palestina.

Scenes of the Occupation from Gaza
Sutradara Mustafa Abu Ali, Lebanon, 1973
Sebuah film langka karya sutradara legendaris Mustafa Abu Ali, salah satu pendiri Unit Film Palestina, sayap sinematik pertama dari revolusi Palestina. Direkam oleh tim berita Prancis, rekaman tersebut diedit oleh Mustafa di Lebanon untuk menghasilkan salah satu film paling awal tentang wilayah yang diduduki di Gaza. Scenes of the Occupation from Gaza menggunakan teknik penyuntingan eksperimental untuk menghasilkan film yang subversif secara sinematik dan politik. Film ini memenangkan penghargaan sebagai film terbaik di Damascus Film Festival tahun 1973 dan ditayangkan di berbagai festival. Film ini merupakan satu-satunya film yang diproduksi oleh Palestine Cinema Group, yang pada tahun 1974 berganti nama menjadi Palestine Cinema Institute.

The Road to a Palestine State
NHK (Japan Broadcasting Corporation), Jepang, 1974
Episode pertama dari serial televisi mini Middle East Today milik Japan Broadcasting Corporation (Desember 1974 – Februari 1975), The Road to a Palestine State, melaporkan masa depan negara Palestina setelah pengakuan internasional terhadap PLO sebagai satu-satunya wakil rakyat Palestina. Episode ini dibuka dengan pidato Yasser Arafat di PBB pada tahun 1974. Sepanjang film, reporter tersebut bertemu dan berbincang dengan seorang dokter Palestina, seorang penggiat masyarakat, serta anggota faksi-faksi politik—terutama dari kelompok kiri PFLP dan DFLP—untuk memperlihatkan adanya ketidaksepakatan dalam politik internal PLO. Film ini menampilkan adegan-adegan dari jalanan Beirut, kota, dan kamp-kamp pengungsi, guna menggambarkan suasana kehidupan sehari-hari rakyat Palestina setelah pengakuan internasional terhadap PLO.

The Urgent Call of Palestine
Sutradara Ismail Shammout, PLO, 1973
Selama menjabat sebagai direktur Bagian Seni Budaya PLO, pelukis Palestina Ismail Shammout juga aktif terlibat dengan unit film organisasi tersebut. Dalam film pendek ini, kita melihat penyanyi Palestina Zeinab Shaath membawakan lagunya yang berjudul The Urgent Call of Palestine. Lagu ini menjadi balada solidaritas penting, yang mendesak dunia untuk mendengarkan seruan rakyat Palestina. Ketika balada tersebut tiba-tiba dipotong oleh Kamal Nasser, kita mendengarnya berkata: “Kami ingin dunia tahu bahwa kami memiliki perjuangan”.
Pemutaran film diadakan di Sekretariat Forum Film Dokumenter pada 20 Juli 2024 pukul 19.00 WIB. Pemutaran dilaksanakan secara gratis tanpa registrasi. Seluruh film dapat ditayangkan berkat bantuan dari Tokyo Reels.



