
Patah Tumbuh Hilang Berganti
Film pendek memerlukan strategi distribusi yang tepat agar memiliki umur yang panjang. Meski begitu, tantangan untuk mengedarkan film dokumenter pendek di Indonesia bukan tanpa rintangan. Para pembuat film seringkali harus mengambil peran ganda sebagai produsen sekaligus distributor yang menyebarkan film secara mandiri. Sebagai salah satu trayek dalam distribusi, festival hadir sebagai etalase, ruang apresiasi, dan gelembung interaksi dengan penonton juga industri. Pada saat yang bersamaan, festival juga terbatas pada momentum dan penyelenggaraannya yang eksklusif. Hal ini kemudian mendorong pembuat film untuk bersiasat dalam memanfaatkan trayek lain seperti platform digital yang aksesibel. Namun, dibutuhkan strategi yang cakap untuk dapat muncul di tengah tajamnya persaingan konten digital lain. Selain hal tersebut, masih ada rintangan untuk merancang film dengan narasi yang tetap relevan melintasi waktu. Lantas, strategi distribusi seperti apa yang tepat digunakan untuk menghalau kabut tebal yang menghalangi jalur distribusi film dokumenter pendek kita?
Bahasa pengantar
Bahasa Indonesia
Pembicara
Wulan Putri (Pembuat Film)
Anggun Pradesha (Pembuat Film)
Moderator
Gerry Junus
Agenda lain
- DetailSabtu, 21 Nov 26, 13:00 WIB(1h 20min)Pascasarjana ISI Yogyakarta, Ruang Galeri

- Detail
- Maintain Speed and Heading
- Offside
- The Table
- Tutu Teno: The Song for the Bees
Rabu, 25 Nov 26, 19:00 WIB(1h 47min)Pascasarjana ISI Yogyakarta, Ruang Galeri
- Detail
- Rainy Day Mother
- The Other Spring
- Retrograde
- A Small Alley Dreams of Us
Sabtu, 21 Nov 26, 15:00 WIB(2h 3min)Pascasarjana ISI Yogyakarta, Ruang Galeri