We Are Inside

Sinopsis
Setelah lebih dari satu dekade, Farah kembali ke kampung halamannya di Tripoli, Lebanon, untuk merawat ayahnya yang renta dan sendiri, Mustapha. Namun, ia justru mendapati kotanya dalam keadaan krisis. Perbedaan generasi seringkali menyebabkan perselisihan pandangan tentang ketidakstabilan politik negara, membuatnya sulit untuk berkomunikasi dengan satu sama lain. Di tengah ketidakpahaman ini, terdapat humor dan keinginan untuk saling mengerti. Ada tempat persembunyian rahasia: klub puisi laki-laki mingguan Mustapha, di mana sekelompok laki-laki yang keras kepala sekaligus menggemaskan berkumpul untuk berbagi puisi berbahasa Arab klasik sambil menikmati kudapan, dengan perjanjian untuk tidak setuju dengan segala hal.
Untuk terhubung dengan ayahnya, Farah memutuskan bergabung dengan klub tersebut dan berbicara kepada Mustapha melalui puisi demi menghubungkannya dengan sisi penyair dalam dirinya. Seiring kesehatan Mustapha yang memburuk dan revolusi Oktober 2019 meletus di seluruh negeri, puisi menjadi kesempatan terakhir mereka untuk berbincang.
Jadwal
26 November 2025, 19:00 WIB
Kedai Kebun ForumOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.
Kredit

Farah Kassem
Farah adalah seorang pembuat film dan peneliti artistik asal Lebanon yang berbasis di Brussel. Ia meraih gelar dari ALBA dan DocNomads, serta sedang menyelesaikan studi doktoralnya (PhD in the Arts) di KU Leuven dan LUCA. Karyanya mengeksplorasi poetika dan politik dari keintiman serta keseharian. Film panjang debutnya, We Are Inside (2024), telah diputar di 40 festival internasional dan meraih 21 penghargaan.

Cynthia Choucair
Seorang produser dan sutradara asal Lebanon, sekaligus pendiri Road2Films. Sejak 2007, ia telah memproduksi film dokumenter dan fiksi yang berfokus pada isu sosial dengan gaya auteur, yang berkompetisi di festival internasional bergengsi. Karyanya meliputi We Are Inside (21 penghargaan), Wa Ada Maroun Ila Beirut (Venice Classics), dan Until We Rest. Ia juga merupakan anggota Aflamuna sejak 2001.
Detail
2024 El Gouna Film Festival | Golden Star for Best Feature Documentary
Ulasan Terkait
Tidak Ada Puisi Hari Ini
Baca artikelBagi Musthapa, komposisi hidup adalah 60% masa lalu, 30% masa depan, dan 10% masa kini. Masa kini ibarat halte bagi masa depan sebelum beranjak pergi dari masa lalu. Oleh karenanya,…






