Terbuka di tab baru

Landscape of Extractive Zone

202527 min21+
Landscape of Extractive Zone

Sinopsis

Film ini menelusuri lanskap Sidoarjo, Pegunungan Kendeng, dan Wadas sebagai wilayah yang mengalami eksploitasi sumber daya. Melalui footage yang baru direkam dan temuan-temuan visual dari keseharian warga, film ini menghadirkan suara sebagai penanda luka ekologis dan perlawanan yang senyap. Suara lumpur, mesin, dan ledakan dari aktivitas pembongkaran tanah membentuk narasi tentang kehilangan sekaligus mempertanyakan kembali gagasan tentang kemajuan.

Kredit

Sutradara

    Wimo Ambala Bayang

    Wimo Ambala Bayang adalah seorang seniman dan salah satu pendiri Ruang MES 56, yang berbasis di Yogyakarta, Indonesia. Melalui karya-karyanya yang mencakup fotografi, film, video, objek, dan lukisan, ia mengeksplorasi cara gambar membentuk pemahaman kita tentang ingatan dan realitas.

Detail

  • Negara ProduksiIndonesia, United Arab Emirates
  • Bahasa AsliNo linguistic content
  • TakarirEnglish
  • WarnaColor
  • Rumah ProduksiConcrete Thread Reportoirs
  • Rekam Jejak Festival2026 ARKIPEL | Official Selection

Partisipasi di Festival

Edisi | Program
  • 2026Kompetisi Pendek

Agenda

  • Kompetisi Pendek 3

    Q&A4 film
    • Landscape of Extractive Zone
    • Pink Lava
    • Chilapa Girl
    • never been there, never.
    Selasa, 24 Nov 26, 13:00 WIB(1h 52min)
    Pascasarjana ISI Yogyakarta, Ruang Concert Hall
  • Kompetisi Pendek 3

    Pemutaran kedua
    Q&A4 film
    • Landscape of Extractive Zone
    • Pink Lava
    • Chilapa Girl
    • never been there, never.
    Jumat, 27 Nov 26, 13:00 WIB(1h 52min)
    Pascasarjana ISI Yogyakarta, Ruang Galeri

Dalam program yang sama: Kompetisi Pendek