Tahun ini sebanyak 59 film mendaftar ke program Kompetisi FFD 2014 ini dengan rincian sebagai berikut; 37 film dokumenter pendek, 13 film dokumenter pelajar, dan 9 film dokumenter panjang. Film-film tersebut telah melewati proses penjurian madya oleh juri dari Forum Film Dokumenter. Proses penjurian tersebut telah menghasilkan 11 finalis, yang nantinya akan dijurikan kembali oleh juri tamu untuk mencari film-film dokumenter terbaik di tiap kategorinya. Film-film finalis tahun ini menawarkan info-info menarik dan wacana untuk berdiskusi. Di film “Biji Kopi Indonesia” dan “Jenitri” kita bisa melihat bagaimana tanah kita bisa memproduksi komoditas dagang yang bernilai tinggi. Film “Akar” dan “Kaum Hai Hum, Hum Yaahan Hai” menawarkan pendekatan personal terhadap warga keturunan Pakistan dan Tiongkok. “Tumiran”, “Segelas The Pahit”, “Subakku Merana-Subakku Dipuja” yang mengangkat soal kebudayaan lokal dan segala interaksinya dengan perubahan jaman serta perubahan sosial di masyarakat. “Penderes dan Pengidep”, “Marah di Bumi Lambu”, “Layu Sebelum Berkembang”, dan “Menonton Penonton” yang memotret Indonesia dari segi ekonomi, pendidikan, sejarah serta medianya.
Semoga film-film ini mampu menginspirasi! Selamat Menonton!