Honey & Moon

Sinopsis
Martha (81) dan Aceng (77), adalah penghuni Panti Jompo Beth Shalom, tempat mereka bertemu dan jatuh cinta. Dua tahun yang lalu, dengan bantuan pengurus dan pendeta, mereka menikah dalam pernikahan pertama seumur hidup Martha. Ia bercerita tentang masa lalu Aceng sebagai sopir truk dan dedikasinya yang membuat Martha jatuh cinta padanya. Meskipun Aceng kini berkursi roda setelah mengalami strok kedua, Martha menghargai hubungannya, dengan sepenuh hati merawat pasangan hidupnya dan tetap berada di sisinya menghadapi konflik apapun dalam hubungan mereka. Merefleksikan kematian sebagai perayaan kehidupan yang telah dijalani dengan baik, Martha berbicara tentang mengutamakan kebaikan dan cinta dalam hidup, bukannya kekayaan materi. Satu-satunya harapannya adalah menemukan suami dan teman hidup untuk mencintai dan dicintainya. Dalam diri Aceng, ia telah menemukan keduanya.
Jadwal
22 November 2025, 15:45 WIB
Kedai Kebun ForumOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.Q&A25 November 2025, 13:00 WIB
Langgeng Art FoundationOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.Q&A
Kredit

Navin Dharma
Navin Dharma (lahir 2002) adalah seorang sutradara yang berbasis di Jakarta. Ia merupakan seorang mahasiswa film yang terlibat dalam menyutradarai 3 film pendek fiksi, 1 film pendek dokumenter, dan menulis 4 film pendek. Navin juga aktif sebagai ketua komunitas Popsicle yang bergerak di bidang penayangan dan eksibisi film pendek dalam area kampus.

Christopher Erick
Christopher Erick “Toto” adalah sutradara, penulis, dan sinematografer asal Kudus. Mahasiswa Jurusan Film di Universitas Multimedia Nusantara, karyanya menyoroti pengalaman manusia dan kisah sehari-hari, seperti di filmnya, Forget Me Not (2024) dan Honey & Moon (2025). Kini, ia mengembangkan film naratif berbasis cerita rakyat Indonesia serta dokumenter tentang pemulung Situbondo.

Star Jessalyn Sunaryadi
Star Jessalyn “Mei” percaya pada kekuatan film untuk menjembatani budaya dan komunitas. Mahasiswi Jurusan Film tingkat akhir di Universitas Multimedia Nusantara, ia aktif mengembangkan keahliannya dalam manajemen dan pasar film melalui JAFF Market, UCIFEST 16, dan Minikino Film Week 11 Short Film Market. Honey & Moon (2025) merupakan film pendek pertamanya sebagai produser.
Detail
Ulasan Terkait
Bulan Madu Tanpa Akhir
Baca artikelAku belum sempat membayangkan ingin seperti apa hari tua ku nanti, tetapi kini, mungkin jawabannya adalah aku ingin seperti Martha. Honey & Moon (2025) mengenalkan kita pada Martha dan Aceng…





