
Die Before Blossom

Sinopsis
Die Before Blossom adalah sebuah film dokumenter yang mengamati berakhirnya masa kanak-kanak dan bagaimana gadis-gadis muslim tumbuh di kalangan kelas menengah Indonesia saat ini. Film ini memotret kehgidupan dua keluarga di Yogyakarta, pada masa-masa yang menentukan dalam kehidupan pendidikan anak gadis mereka. Sementara itu, sistem pendidikan umum di Indonesia tengah mengalami perubahan karena ditekan oleh partai-partai politik islami. Institusi yang semula sekuler kini condong membentuk berjuta-juta anak mengalami masa muda yang submisif dengan cara memasukkan lebih banyak lagi kegiatan keagamaan dalam kehidupan sekolah mereka.
Kredit

Ariani Djalal
Ariani Djalal memperoleh gelar sarjana dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada. Pada tahun 2007, ia lulus dari SBM-BBC (School Broadcast Media-British Broadcast Corporation) Jakarta. Setelah krisis ekonomi dan reformasi tahun 1998, ia bekerja sebagai jurnalis lepas. Ia juga memproduksi, menulis, dan menyutradarai film dokumenter dan berita untuk televisi. Pada tahun 2003, ia memproduseri film Aceh Never-Ending Tragedy karya Bade Tan Reuda yang diputar di Jakarta IFF 2003 dan memenangkan Film Dokumenter Terbaik di festival yang sama pada tahun berikutnya. Pada tahun 2007, ia memproduseri Video Komunitas “Perempuan dan Hukum Syariah”. Ia juga menulis sebuah buku esai foto “Orang Hilang”. Tahun 2007, ia menerbitkan buku komik “Video Kampung” bercerita tentang produksi video komunitas.
Detail
Partisipasi di Festival
Dalam program yang sama: Kompetisi Panjang
- Best Feature-length Documentary (2014)


