Devi
Feature-Length Competition

Sinopsis
Pada 1997, Devi yang berusia 17 tahun ditangkap, dituduh sebagai pemberontak, disiksa, dan diperkosa saat ditahan. Perang saudara baru saja dimulai. Pemimpin pemberontak mengumumkan Devi sebagai “korban” pemerkosaan. Dengan stigma memalukan ini, Devi berjuang melawan depresi, pengucilan sosial, bergabung dengan garis depan pemberontakan, dan berhasil menembus jenjang kepemimpinan, bahkan menjadi anggota parlemen saat perang berakhir.
Dibuat dengan gaya verité yang imersif, film ini mengikuti Devi saat ia mengumpulkan suara-suara para penyintas. Saat Devi berhadapan dengan mantan kuasa hukum dan konselornya, film ini menyelami momen-momen yang sangat intim dan rapuh. Melalui catatan hariannya, didukung oleh arsip dan gambar-gambar yang memukau, Devi merekonstruksi sejarah yang dihapus untuk menulis ulang takdirnya.
Jadwal
23 November 2025, 19:00 WIB
Langgeng Art FoundationOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.27 November 2025, 19:00 WIB
Kedai Kebun ForumOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.
Kredit

Subina Shrestha
Subina Shrestha adalah seorang sutradara dan jurnalis yang kerap menantang batas-batas dalam bercerita. Karyanya mencakup artikel cetak di The New York Times hingga fiksi pendek dalam realitas virtual. Dokumenter-dokumenternya di Al Jazeera telah banyak digunakan oleh berbagai lembaga pendidikan.

Rosie Garthwaite
Sebagai Produser Eksekutif di Unit Investigasi BBC World Service, saat ini Rosie berbasis di London, memproduksi dokumenter dan konten interaktif, terutama tentang Timur Tengah dan Afrika Utara. Dia mendirikan Mediadante, yang memproduksi film dokumenter nominasi Emmy, The Workers Cup (2017), yang tayang perdana pada malam pembukaan Sundance 2017.

Heejung Oh
Heejung Oh dibesarkan di Korea Selatan, dan hidupnya terbagi antara Seoul dan Amsterdam. Ia mendirikan rumah produksi Seesaw Pictures pada tahun 2017, yang telah memenangkan banyak penghargaan. Dia ikut memproduksi film yang terpilih untuk festival bergengsi seperti Sundance, Berlinale, IDFA, CPH:DOX, IFFR, dan Hotdocs. Ia menikmati proses kerja sama dengan para pembuat film yang memiliki visi artistik dan kepekaan yang kuat. Ia adalah alumni EAVE, Eurodoc, Rotterdam Lab, dan Berlinale Talents, dan telah diundang untuk menjadi anggota komite seleksi IDFA Bertha Fund, Sheffield Doc/Fest, DOK Leipzig, dan AIDC.
Detail
2024 Doc Edge | The Edge of Impact
2024 DMZ Docs | Verite
2024 Film SouthAsia | Official Selection
2025 Movies that Matter | Activist Lens
Ulasan Terkait
Devi, Atas Nama Perempuan, Terima Kasih Tak Terhingga!
Baca artikelDalam 2 menit pertama, kesunyian mulai retak oleh suara Devi yang tenang nan menggetarkan layaknya bisikan dari luka yang menolak dilupakan, “For years I have stayed quiet about the violence…






