A Land With No Ceremony

Sinopsis
Pada 2020, ketika peraturan pembatasan akibat pandemi mulai dilonggarkan, seorang violinis kembali ke kampung halaman untuk bertemu orang tua dan teman-temannya. Peristiwa tak terduga terjadi. Segalanya berubah, dan sebuah upacara tidak lagi sekadar “upacara”. Film ini menggambarkan tensi antara nonfiksi dan fiksi. Sebuah harapan bahwa atmosfer sosial modern, yang jauh lebih mengerikan daripada kenyataan itu sendiri, dapat terpotret.
Jadwal
25 November 2025, 19:00 WIB
Kedai Kebun ForumOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.Q&A27 November 2025, 16:00 WIB
Pascasarjana ISIOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.Q&A
Kredit

Bichun Yang
Bichun Yang lahir di Provinsi Hubei, Tiongkok, pada 1990. Setelah menamatkan gelar sarjana penerjemahan di Tiongkok, ia melanjutkan studi program MFA di Hong Kong Baptist University. Karya film pendek lulusanya, “小南門” (Xiaonanmen), tayang perdana di Ground Up Student Film Festival ke-4 di Hong Kong. A Land With No Ceremony (2024) merupakan debut dokumenter panjangnya.

Yemeng Zheng
Yemeng Zheng adalah seorang sinematografer Tiongkok yang berbasis di Hong Kong. Dengan latar belakang pendidikan dalam bidang Sinematografi dan Dokumenter Naratif di Boston University, ia melanjutkan studinya dalam bidang dokumenter independen di Hong Kong Baptist University. Ia berperan sebagai produser dan sinematografer dalam dokumenter debut Bichun Yang, A Land With No Ceremony (2024).
Detail
Ulasan Terkait
Tidak Ada Upacara Hari Ini
Baca artikel“Ritual without reverence is empty.” (lit. Ritual tanpa sikap menghormati adalah kesia-siaan) Dalam The Analects, Konfusius bilang bahwa tanpa kemanusiaan, ritual hanyalah cangkang kosong. Spirit itu bergema dalam A Land…






