Good Neighbours (2018): Menolak Kesepian

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on print

Bel pintu yang berbunyi dari rumah ke rumah menandai kedatangan dua perempuan. Adalah Kelder dan Wilma Slobbe, mereka membuat gaduh rumah-rumah yang dikunjungi, hingga pemiliknya tidak lagi merasa kesepian. Selama satu jam dua puluh satu menit, filmmaker Stella van Voorst van Beest menunjukkan perjalanan mereka menyusuri kota Rotterdam yang menyisakan manusia-manusia usia lanjut.

Film Good Neighbours (Stella van Voorst van Beest, 2018) menunjukkan bahwa kesepian hadir sebagai ancaman yang mengkhawatirkan, yang berpeluang menjadi bibit dari isolasi sosial. Isolasi sosial muncul karena rutinitas yang membuatnya jauh dari orang-orang disekitarnya. Atau karena manusia-manusia tersebut merasa tidak membutuhkan interaksi dengan orang lain. Ketika kondisi ini terjadi, mereka menjadi kesepian, lalu kembali dan terjebak pada peristiwa-peristiwa nostalgia yang kadang mengantongi luka dan trauma. Ini dimengerti Ada, Wilma, dan seluruh sukarelawan program Voor Mekaar. Kasus kesepian yang meningkat sekian persen di kota Rotterdam menjadi hal yang harus mereka perangi. Terlebih pada kenyataannya, hal tersebut pernah menjadi sebab dari kasus penemuan wanita yang  telah meninggal selama sepuluh tahun di rumahnya, wilayah Rotterdam Barat.

FFD 2019 - Good Neighbours

Namun, usaha mereka menemui banyak kendala ketika manusia-manusia ini telah sekian lama hidup secara individualis. Sistem kehidupan berkelompok yang sudah ditinggalkan oleh masyarakat modern, menjadi hal yang aneh bagi Til van der Kleij. Til adalah perempuan berusia 85 tahun yang tinggal bersama satu anjing dan menolak untuk mempersilakan orang asing masuk ke dalam ranah personalnya, menolak orang asing untuk  mengurusnya. Karena dia merasa mampu menjalani kegiatan hariannya. Berbeda dengan Jan van Tol yang istrinya meninggal tiga tahun lalu. Jan menerima segala bantuan dari orang-orang baru untuk mengurus fisik dan kebutuhan pribadinya. Jan sadar stroke yang dideritanya membatasi kegiatannya sehari-hari. Dan seperangkat teknologi yang dimiliki Jan ternyata tidak lantas menyelesaikan persoalan itu.

Kehidupan berkelompok serta sistem yang dikantonginya tidak melulu menjadi ruang yang mengancam. Malah menjadi penolong dari ancaman itu sendiri. Konsep ini mengubah pandangan tentang tetangga yang diklaim hadir sebagai orang asing, yang dimungkinkan membawa ancaman sosial. 

Gerakan besar ini membalik anggapan modernitas tentang kota, yang diklaim menyisakan serangkaian masalah kesehatan mental. Modernitas dan kesehatan mental, tidak selamanya berada dalam dua sisi mata uang. Keduanya bisa saja hadir harmonis dalam satu sisi yang sama.

Film Good Neighbours (Stella van Voorst van Beest, 2018), akan diputar pada tanggal 6 Desember 2019, di Auditorium IFI LIP pukul 19.00-20.20. Cek jadwal selengkapnya di sini.

Penulis: Annisa Rachmatika Sari.

Close Menu