Panduan Harian – 5 Desember 2019

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on print

Tidak terasa gelaran FFD tahun ini telah menginjak hari kelima. Mendekati akhir pekan, FFD telah menyuguhkan deretan sajian film dokumenter, ekshibisi, dan diskusi yang menanti untuk Anda datangi.

Inilah panduan harian FFD untuk 5 Desember 2019 yang kami susun secara kronologikal.

 

13.00 WIB

2019_film_banda-1

Ada lima film yang bisa kamu pilih untuk ditonton di siang hari, Banda: The Dark Forgotten Trail (2017), Lipsett Diaries (2010), Still Born (2014), Apart (2018), dan The Neighbours (2019).

Segenggam pala di pasar Eropa pernah dianggap lebih berharga ketimbang sepeti emas. Kepulauan Banda yang saat itu menjadi satu-satunya tempat pohon pala tumbuh sontak menjadi kawasan yang paling diperebutkan oleh bangsa-bangsa Eropa. Pembantaian massal dan perbudakan pertama di Nusantara terjadi di tempat ini. Belanda bahkan rela melepas Nieuw Amsterdam (Manhattan, New York) agar bisa mengusir Inggris dari kepulauan tersebut. Anda dapat menyaksikan kisah selengkapnya dalam Banda: The Dark Forgotten Trail (2017) yang diputar di Societet Militair, Taman Budaya Yogyakarta.

Pusaran kesedihan yang menyiksa Arthur Lipsett, seorang pembuat film eksperimental Kanada yang meninggal pada usia 49 tahun. Keterpurukannya akibat depresi dieksplorasi melalui serangkaian gambar serta suara yang diambil dari karya-karya Lipsett itu sendiri. Semua terangkum dalam Lipsett Diaries (2010).

Still Born (2014), adalah tentang kerinduan akan seorang bayi yang meninggal ketika dilahirkan. Sang ibu mencoba dengan berbagai cara untuk menerima bahwa anaknya tidak akan hidup, dan juga merefleksikan bagaimana perempuan-perempuan dalam situasi yang sama dengannya diperlakukan 40 tahun yang lalu. Cerita ini disatukan dengan animasi 2D, dicampur dengan gambar-gambar bergerak dan animasi 3D.

Apart (2018) berkisah tentang kehidupan setelah kehilangan orang yang dicintai menggunakan teknik live-action dan animasi. Pengalaman nyata dari narator dikombinasikan dengan rangkaian animasi, merekonstruksi situasi-situasi yang menyakitkan, melihat ke dalam pikiran tiga anak muda yang menunggu kematian.

The Neighbours (2019) bercerita tentang putra dari seorang ayah Ceko dan ibu Jerman yang menyaksikan kedua orangtuanya dieksekusi Revolutionary Guards pasca Perang Dunia Kedua. Sang anak itu menghabiskan sisa masa kecilnya di lembaga pendidikan dan berulang kali berupaya melarikan diri.

Seluruh pemutaran dokumenter pendek animasi Lipsett Diaries (2010), Still Born (2014), Apart (2018), dan The Neighbours (2019) bertempat di Auditorium IFI-LIP.

Selain pemutaran film, juga ada acara bincang-bincang dalam program DocTalk bertajuk Intimacy and Ethics: Universal or Contextual. Ini akan membahas seputar proses mencapai intimasi antara subjek dan pembuat film dalam pengerjaan film dokumenter yang di sisi lain menyisakan problem perkara etis. Diskusi ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar itu dengan menghadirkan tiga pembicara yang kompeten di bidangnya seperti Shin Eun-shil (programmer SIDOF), DS Nugraheni (filmmaker), dan Tonny Trimarsanto (filmmaker). Acara ini berlokasi di Kedai Kebun Forum.

Anda juga dapat menyaksikan program eksibisi yang berlangsung dari pukul 13.00 – 21.00 WIB. Terdiri dari tiga program yaitu, The Feelings of Reality yang menyajikan delapan film dalam bentuk Virtual Reality (VR) di Societet Militair, Sensory Ethnography yang menghadirkan cuplikan persimpangan antara produksi audiovisual dan pendekatan etnografi indrawi di Kedai Kebun Forum, dan Schooldoc yang menampilkan instalasi berupa rekaman proses di balik pembuatan film dokumenter pelajar di Societet Militair. Ini juga bisa menjadi pilihan tepat mengisi waktumu ketika menunggu jeda jadwal pemutaran film berikutnya.

Tentukan pilihanmu!

 

14.25 WIB

FFD 2019 - The Summer of Arte

Setelah nonton empat film dokumenter animasi di IFI-LIP, Anda dapat menentukan untuk memilih menonton film lainnya di lokasi yang sama. Ada tiga film yang dapat Anda pilih, The Summer of Arte (2019), Origin of Shadow (2017) dan Katsuo-Bushi (2015).

The Summer of Arte (2019) bercerita tentang suatu hari pada musim panas di Arte Piazza Bibai, taman patung di pegunungan di Hokkaido, Jepang. Bibai yang pernah menjadi salah satu kota pertambangan batu bara terbesar, kini telah menderita depopulasi kritis. Proyek alun-alun seni dimulai untuk merevitalisasi kota dengan mempromosikan seni dan budaya.

Origin of Shadow (2017) berkisah tentang seorang istri yang menulis surat kepada suaminya. Namun tak pernah sampai karena sang suami gugur di medan perang; menyisakan memorandum. Pemandangan makhluk hidup yang menjalin suara, cahaya dan bayangan hantu di mana-mana. Sebuah film dan puisi untuk semua orang yang pernah tinggal di kota ini.

Katsuo-Bushi (2015) memotret kontras antara industri makanan Jepang modern (cepat saji, manufaktur murah) dan ruang kerja tradisional, serta menangkap mata rantai lain dalam perdagangan katsuo-bushi seperti pelelangan ikan dan restoran berbintang Michelin.

 

15.00 WIB

FFD 2019 - Kompetisi Dokumenter Panjang Indonesia - Om Pius, "Ini rumah saya, come the sleeping"

Di Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta, diputar film Om Pius, “Ini rumah saya, come the sleeping (2019). Berkisah tentang seorang lelaki yang bekerja dan bertaruh lotre setiap harinya untuk hidup. Di kehidupannya yang terlihat damai, ia dihantui oleh sejarah dan kenangan akan tragedi Papua.

Jangan khawatir jika Anda melewatkan film ini karena masih belum selesai menonton acara FFD lainnya, karena Om Pius, “Ini rumah saya, come the sleeping” (2019) akan diputar kembali pada 6 Desember 2019 di Amphitheatre Taman Budaya Yogyakarta pukul 19.00 WIB.

 

16.00 WIB

FFD 2019 - China Man

Sore hari di Auditorium IFI-LIP, akan diputar dua film berjudul China Man (2019), Anxiety of Concrete (2017) yang semuanya bertema tentang kesehatan mental bagian dari program Perspektif.

China Man (2019) berkisah tentang seorang bernama Ek Kiat. Di umur lima tahun, ia meninggalkan keluarga dan desanya di Cina demi kehidupan baru bersama orang tua adopsi di Singapura. Perubahan drastis ini melahirkan masa kecil yang pelik, karena tumbuh kembangnya diwarnai oleh upaya sia-sia melupakan masa lalunya. Dalam durasi 24 menit, China Man mencoba memahami konfrontasi Ek Kiat terhadap kegelisahan yang mengakar pada dirinya selama 20 tahun terakhir.

Anxiety of Concrete (2017) menangkap Sky Apartments yang dibangun pada 1969, dan sejak lama telah dinobatkan sebagai Bangunan Rawan Bencana. Memandangi bangunan beton yang sewaktu-waktu bisa saja roboh dan membuat bergidik.

 

18.30 WIB

FFD 2019 - Dokumenter Pendek - A Daughter's Memory

Ini adalah waktu yang tepat untuk Anda menonton film Kompetisi Kategori Dokumenter Pendek di FFD tahun ini.  Ada empat film yang diputar di Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta.

Cipto Rupo (2019), berkisah tentang seorang kakek bernama Tjipto Setiyono (85) merupakan seorang pelukis sepatbor becak. Dalam usia yang tidak muda lagi, ia hidup mandiri di sebuah kamar kos berukuran 3×3 meter persegi yang menjadi saksi lahirnya karya-karya goresan tangan Tjipto.

Ratusan bahkan ribuan orang ditahan secara tiba-tiba tanpa surat resmi dalam peristiwa 1965. Beberapa kembali pulang, yang lain hilang untuk selamanya. A Daughter’s Memory (2018), mengisahkan tentang Svet. Ia adalah satu dari jutaan penyintas sejarah gelap Indonesia. Dia mengenang kembali memorinya bersama sang ayah yang dipercayai berperan dalam tragedi 1965.

Bagi orang Sumba, perempuan memiliki nilai tukar yang dikenal dengan belis berupa kuda, sapi, kerbau, dan babi bernilai tinggi. Perempuan Sumba juga tidak lepas dari kebiasaan mereka untuk menenun kain. Film Perempuan Tana Humba (2019) ini menganyam tradisi, nilai, dan harapan perempuan Sumba dalam pusaran modernitas, di mana adat seakan ditantang untuk berubah.

Sujud (2019) mengisahkan tentang sekelompok masyarakat yang menggunakan metode sujud untuk beribadah. Masyarakat tersebut mempunyai kepercayaan bernama Sapta Darma, yaitu salah satu agama asli nusantara yang menggunakan sujud sebagai media beribadah.

 

19.00 WIB

2019_film_Our Youth in Taiwan 1

Malam harinya, Anda dapat menyaksikan program Layar Lebar, Layar Kekerasan lewat pemutaran film Our Youth in Taiwan (2018) di Amphitheatre Taman Budaya Yogyakarta. Anak muda dan politik selalu menjadi kombinasi yang menarik. Film ini selama delapan tahun mengikuti perjalanan aktivis-aktivis muda membangkang terhadap penguasa Taiwan dan Cina. Sebagaimana darah muda para aktivisnya, gerakan sosial di Taiwan ini pun penuh gejolak.

Di jam yang sama, ada diskusi menarik dari mengenai kesehatan mental bertajuk Mental Health and Convoluted Happiness. Menghadirkan Rifki Akbar Pratama (peneliti di program Sekolah Salah Didik dari Kunci Study Forum & Collective) dan Shalfia Fala Pratika (mahasiswa Filsafat UGM dan penyintas Bipolar Personality Disorder) akan membicarakan seputar bagaimana kita memahami, memandang dan bersikap terhadap problem mental yang ada di sekitar kita. Acara yang merupakan bagian dari program Perspektif ini bertempat di Auditorium IFI-LIP. 

 

21.00 WIB

FFD 2019 - Kompetisi Dokumenter Panjang - 2408BPM

240BPM++ (2019) akan diputar pada jam ini sebagai penutup rangkaian acara FFD pada Kamis 5 Desember 2019. Film ini merupakan salah satu finalis Kompetisi Dokumenter FFD 2019 kategori Dokumenter Panjang Indonesia. Ini adalah kesempatan terakhir bagi kalian yang tidak sempat menyaksikan pemutaran 240BPM++ pada Senin, 2 Desember kemarin. Film ini diputar di Societet Militair, Taman Budaya Yogyakarta. Jangan lewatkan!