Kejelian dalam Kesederhanaan: Catatan Penjurian Kompetisi Pendek FFD 2025

— Berita, Interview
FFD 2025

Dua belas film dari berbagai negara dan pendekatan artistik dipresentasikan dalam Festival Film Dokumenter 2025 kategori Kompetisi Pendek. Karya-karya ini mengeksplorasi rentang intensi yang luas: memori dan pengalaman hidup, trauma sejarah, refleksi politik, eksperimen dalam suara-gambar, dan abstraksi. Kategori ini menunjukkan bahwa film dokumenter pendek saat ini tidak ditentukan oleh durasinya, melainkan seberapa banyak ia mendorong penonton untuk merenung dan merasa dalam waktu yang terbatas.

Tan Pin Pin, Jinna Lee, dan Thomas Barker merupakan anggota juri kategori ini. Berasal dari latar belakang pembuatan film, kurasi film, dan penelitian akademis, ketiga juri memasuki proses pembahasan dengan sensitivitas yang beragam terhadap bentuk, materi subjek, dan kehadiran politik dalam sinema. Alih-alih memunculkan konflik, perbedaan ini membentuk percakapan konstruktif tentang bagaimana film dokumenter pendek kontemporer terus berkembang.

Jinna Lee

Topik utama dalam wawancara juri adalah terjadinya pergeseran yang cepat terhadap bentuk dokumenter global. Para juri mencatat bahwa film-film yang didominasi oleh wawancara (talking-head) semakin berkurang, sementara karya-karya yang berbasis narasi suara (voice-over) menjadi dominan secara signifikan. Perubahan ini mencerminkan pergeseran kreatif yang lebih luas, di mana pembuat film menggabungkan narasi dengan struktur puitis atau reflektif. Namun, para juri juga mengekspresikan kekhawatiran bahwa hampir setengah dari dua belas film terpilih mengandalkan narasi suara sebagai tulang punggung struktural utama. Mereka menekankan bahwa narasi suara bukanlah hal yang lemah secara inheren, tetapi sulit untuk dieksekusi dengan baik dan memerlukan intensi yang jelas agar penulisan dan narasi tidak mendominasi gambar.

Thomas Barker

Para anggota juri mengakui bahwa pembuat film saat ini semakin terbuka untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk yang beragam dan bahwa keterbukaan ini harus terus berkembang. Tujuannya bukan untuk menetapkan arah tunggal bagi dokumenter pendek, tetapi untuk mendorong pembuat film menemukan bahasa ekspresi yang paling sesuai dengan intensi mereka. Mereka sepakat bahwa kategori ini layak mendapatkan dua penghargaan. Dua film menonjol karena sama-sama layak mendapat perhatian, dan memberikan penghargaan hanya pada satu film berisiko membatasi momentum film lainnya. Mereka mendeskripsikan bahwa penghargaan adalah gerbang menuju atensi, bukan pengesahan yang bersifat final, dan mereka ingin kedua film tersebut mendapatkan kesempatan yang dapat mengarah pada pengembangan artistik lebih lanjut. Anggota juri juga menyoroti bahwa penghargaan ini memberikan apresiasi kepada pembuat film muda yang berani mengambil risiko dalam mengangkat tema-tema yang kompleks atau menantang.

Tan Pin Pin

Sebagai penutup, para juri menyatakan bahwa film-film nominasi menunjukkan bahwa dokumenter pendek dapat mewadahi banyak ide, bentuk, dan intensitas sekaligus. Dua penghargaan dalam daftar ini dimaksudkan untuk mengangkat karya-karya yang menunjukkan kejelian, risiko, dan potensi, bukan untuk membagi film secara hierarkis. Festival Film Dokumenter 2025 mempersembahkan Inventory (2025) disutradarai oleh Ivan Marković, produser Jelena Radenković, diproduksi oleh Big Time Production sebagai penerima anugerah Film Terbaik Kompetisi Dokumenter Pendek, dan In Flanders Fields (2024) disutradarai oleh Sachin, diproduksi oleh DocNomads sebagai penerima anugerah Jury’s Special Mention Kompetisi Dokumenter Pendek.

Pernyataan Juri untuk Anugerah Film Terbaik
Film ini mendokumentasikan peristiwa peruntuhan sebuah objek bersejarah yang pernah menjadi simbol ambisi Yugoslavia sebagai motor penggerak Gerakan Non-Blok. Dimulai dengan adegan-adegan yang sempit dan pengap, diiringi suara-suara peruntuhan, film ini, tanpa dialog, bergerak melalui serangkaian adegan yang semakin meluas, mengungkapkan skala dan kemegahan masa lalu bangunan tersebut serta para pekerja di dalamnya. Pendekatan yang kami duga berisiko, tanpa mengetahui ke mana materi tersebut akan bermuara, sutradara menuntaskan film ini dengan mengikuti salah satu protagonisnya pulang ke rumah, di mana ia menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja, seolah-olah tidak menyadari makna bangunan tersebut dan idealisme yang diwakilinya. Hal ini menyoroti keterputusan hubungan masa lalu dan masa kini, serta masa lalu yang tidak pernah sepenuhnya terwujud, membangkitkan keingintahuan penonton.

Inventar (2025)
Inventar (2025)

Pernyataan Juri untuk Anugerah Jury’s Special Mention
Film ini mengungkap sejarah yang terabaikan tentang tentara India yang direkrut untuk bertempur demi Kekaisaran dalam perang yang menghancurkan di Belgia, yang bukan disebabkan oleh mereka. Dengan konsep dan eksekusi yang tepat, sutradara secara kreatif menyajikan rekaman arsip dan gambar-gambar bersejarah di tengah lanskap kontemporer, disertai dengan kisah-kisah yang diungkapkan oleh mereka yang pernah berada di sana. Melalui kombinasi gambar dan teks ini, sutradara mengungkap sejarah yang terlupakan dari medan perang dan menghidupkan kembali arwah-arwah yang tidak pernah terdengar selama puluhan tahun.

In Flanders Fields (2024)
In Flanders Fields (2024)

Festival Film Dokumenter mengucapkan terima kasih kepada semua anggota juri (Tan Pin Pin, Jinna Lee, Thomas Barker) dan selektor (Oggs Cruz, Sanchai Chotirosseranee, Valencia Winata) kategori Kompetisi Film Pendek. Festival Film Dokumenter diselenggarakan oleh Forum Film Dokumenter, Indonesia. (Vanis, 26/11/2025)