Perishable Idol

Sinopsis
Saat langit biru bertemu dengan laut di sekitarnya, Hassan Al-Failakawy, seorang penduduk asli yang kini menjadi arkeolog, kembali ke pulau terpencil Failaka di lepas pantai Kuwait. Di antara kehancuran dan reruntuhan yang tersisa di pulau tersebut pasca Perang Teluk, Hassan dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan tentang kepulangan, pemulihan, dan rasa memiliki.
Jadwal
22 November 2025, 15:00 WIB
Pascasarjana ISIOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.25 November 2025, 19:00 WIB
Langgeng Art FoundationOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.
Kredit

Majid Al-Remaihi
Majid Al-Remaihi adalah seniman dan sutradara peraih penghargaan asal Doha, Qatar. Film pendeknya, And Then They Burn the Sea (2021), menjadi film pertama Qatar yang diputar di Locarno pada tahun 2021, dan kemudian memenangkan penghargaan Best Short di Vienna Shorts. Saat ini, ia terdaftar sebagai mahasiswa di Le Fresnoy – Studio national des arts contemporains.

François Bonenfant
Lahir di Brussels, François Bonenfant telah menangani bagian koordinasi pendidikan untuk sinema dan seni visual di Le Fresnoy (Studio Nasional Seni Kontemporer) sejak September 2010. Ia telah bekerja untuk festival film di Prancis dan luar negeri (Cinéma du réel, Côté Court, IndieLisboa, dll.).
Detail
Ulasan Terkait
Dicintai hingga Titik Kehancurannya
Baca artikel“Aku mencintaimu seperti Ikaros mencintai matahari—terlalu dekat, dan terlalu dalam.” Kamu pasti sering melihat kutipan itu di internet, di antara lautan puisi cinta dan editan gadis murung. Perishable Idol (Majid…






