A Daughter’s Memory

Kompetisi Pendek
2018 — 10 min — PG

Sinopsis

Indonesia, 1965: ratusan bahkan ribuan orang ditahan secara tiba-tiba tanpa surat resmi. Beberapa kembali pulang, yang lain hilang untuk selamanya. Svet adalah satu dari jutaan penyintas sejarah gelap Indonesia. Dia mengenang kembali memorinya bersama sang ayah yang dipercayai berperan dalam tragedi 1965.

Jadwal

FFD 2019

Sutradara

  • Kartika Pratiwi

    Kartika Pratiwi adalah peneliti independen yang memiliki ketertarikan pada wacana naratif genosida 1965 di Indonesia, isu Tionghoa-Indonesia, dan digital storytelling. Ia adalah pendiri kotakhitam Forum, sebuah organisasi independen yang didedikasikan untuk penelitian dan produksi dokumenter tentang perubahan sosial dan politik dengan gagasan utama untuk merekam kisah saksi dan penyintas sejarah Indonesia 1965. Ia baru saja menyelesaikan fellowship di Alliance of Historical Dialogue and Accountability di Columbia University di mana ia memulai proyeknya yang berjudul “Rewriting 1965 in the Digital Age,” yang berfokus pada platform digital interaktif tentang dokumen pembunuhan massal di Indonesia pada tahun 1965 melalui cerita, rekening saksi, dokumen arsip, dan kartografi digital. Saat ini, dia adalah bagian dari Asia Justice and Rights, sebuah organisasi regional yang diakui sebagai pusat keunggulan hak asasi manusia, keadilan, dan akuntabilitas, berdasarkan pengetahuan dan bukti yang kuat, serta membangun budaya yang tangguh dan masyarakat yang bertanggung jawab yang bebas dari impunitas.

  • Wulang Sunu

    Mulai menyelami dunia kesenian sejak 2010, Wulang Sunu merupakan seorang seniman visual berdomisili Yogyakarta. Ia terlibat dalam proses kesenian kolektif Studio Batu yang hingga kini telah menelurkan berbagai bentuk produksi seperti, film pendek, pertunjukkan visual, dan instalasi visual. Wulang juga terlibat dalam proses penggarapan beberapa film pendek, meliputi film Unlock (2012, sebagai sutradara), Lembusura (2014, sebagai desainer poster), Kotak Perjalanan (2014, sebagai desainer poster), Prenjak (2016, sebagai penata artistik dan desainer poster), Daughter’s Memory (2018, sebagai sutradara), dan Tak Ada yang Gila di Kota Ini (2019, sebagai desainer poster). Wulang banyak berkolaborasi dengan penulis sebagai ilustrator buku. Selain sibuk berkesenian, Wulang menghabiskan waktunya mencarikan pasangan yang tepat untuk anjingnya, Teguh.

Detail

Judul AsliSVET
Negara ProduksiIndonesia
Bahasa AsliIndonesian
TakarirEnglish