Menyemayamkan Nyata pada Maya 

— Ulasan Film
FFD 2025

Saat berusia 14 tahun, Marko mengalami perang di daerah tempat tinggalnya. Ia kehilangan rumah pada 2018 lalu pergi berpindah-pindah ke wilayah Asia, Kanada, hingga Prancis. Satu-satunya jalan untuk dapat bertemu dan mengunjungi rumah masa kecilnya di Alchevsk, Ukraina, adalah melalui sebuah maket tangkapan layar yang dapat ia telusuri melalui perangkat realitas virtual untuk melihat bagaimana keadaan rumahnya setelah 4 tahun berada di tengah peperangan.

Ada perasaan yang teracak, menyisakan warna-warni ingatan, kerinduan, dan kegelisahan, di sebuah ruang gelap hitam dengan maket yang menjadi jembatan Marko untuk pulang. Di balik gambaran-gambaran yang berhasil direplikasi, terdapat momen yang menyadarkan Marko mengenai kehidupan sebelum segalanya terjadi: kondisi di rumah bersama mendiang ibunya. Kondisi tersebut, secara alam bawah sadarnya, membentuk pribadi Marko sampai bisa bertahan seperti sekarang. Hari-hari mudanya ditandai oleh masalah mencari tempat bernaung untuk kembali merasakan kedekatan terhadap rasa memiliki rumah itu, sampai pada titik rumah tanah kelahirannya di Ukraina diterjemahkan dalam kode biner 0 dan 1 dan tersusun menjadi visual yang dapat ditelusuri dalam ruang maya.

Rekonstruksi situs dalam Rapture I – Visit (Alisa Berger, 2025) menunjukkan adanya rentetan upaya dalam menerka kembali rumah dalam rangkulan kerapuhan emosional yang memunculkan gejolak transendental. Gejolak tersebut dirasakan dalam sebuah kelekatan pada kedekatan citra rumah Marko terhadap fisik bangunan yang tidak dapat ia tempati dan kunjungi dalam rentang waktu tak menentu. Antara kehampaan dan kekosongan dunia yang diisi dalam sebuah bentuk tiruan yang merepresentasikan bentuk, kebanyakan manusia melekatkan segala harapannya kepada bentuk yang sukarela menjadi tempat sandaran.

Marko tidak semata merindukan sebuah gedung fisik rumah semata, tetapi kasih sayang, kenangan, dan naungan batin yang kita sebut rumah. Kita cenderung mengartikan makna melalui sesuatu yang indrawi dan memiliki nilai sentimental, entah melalui rumah, orang-orang terdekat, atau sesuatu yang lebih abstrak. Untuk seluruh mimpi-mimpi itu, baiknya kita upayakan kedekatan terhadap segala perasaan yang mengitarinya. (Gantar Sinaga) (Ed. Vanis)

 

Detail Film
RAPTURE I – VISIT
Alisa Berger | 18 min | 2025 | Prancis, Jerman
Seleksi Resmi untuk program Docs Docs: Short!
Festival Film Dokumenter 2025