Merekam Kerja Kreatif di Balik Layar Dokumenter

— Ulasan Film
FFD 2025

Ketika menonton film, pernahkah kamu mempertanyakan alasan mengapa film tersebut dibuat? Atau, bagaimana kerja kreatif di balik pembuatannya? Constructed (Jonathan Gradiyan, 2025) membawa kita ke dunia di balik layar film dokumenter. Rancang ide kreatif yang sedang dikonstruksi, didedah, dan didiskusikan oleh Bikeska, Paul, Arrivo, dan Raihanul. Keempatnya merupakan mahasiswa Jurusan Film IKJ yang sedang mengerjakan proyek untuk Praktika Terpadu.

Keterbatasan anggaran yang mereka miliki membuatnya memilih film dokumenter sebagai bentuk karya yang akan dikerjakan. Meskipun film dokumenter dianggap tidak lebih prestisius daripada film fiksi, tetapi mereka meyakini bahwa dokumenter memiliki kemampuan untuk merespons dunia secara lebih jujur. Itu pula yang menguatkan mereka untuk mengerjakan proyek tersebut setelah 12 tahun absen dari Praktika Terpadu.

Dokumenter hitam-putih ini berusaha mendekonstruksi pemahaman penonton mengenai fiksi dan nonfiksi, serta realitas dan liyan dalam pembuatan Anatomy of Becoming (Bikeska Sanara, 2024), meskipun pada praktiknya mereka merekam gambar dengan teknik yang ditata dan distrukturisasi layaknya film fiksi. Proses ini memunculkan pertanyaan mengenai apa yang sedang mereka kerjakan: merekam realitas atau mengonstruksikannya?

Kita bisa membaca film dokumenter ini sebagai behind the the scene (di balik layar) sebuah karya dokumenter. Barangkali, ini bisa menjadi tawaran untuk mengolah behind the scene menjadi karya sendiri dengan ide yang lain–narasi yang berbeda, bukan hanya sebagai dokumentasi yang mengendap dan menjadi arsip mati. (Ahmad Radhitya Alam) (Ed. Vanis)

 

Detail Film
Constructed
Jonathan Gradiyan | 10 min | 2025 | DKI Jakarta, Indonesia
Berkompetisi dalam program Kompetisi Pelajar
Festival Film Dokumenter 2025