Kompetisi Panjang Indonesia
Juri

Dave Lumenta
Dave Lumenta (1971) adalah antropolog di Universitas Indonesia. Minat akademik utamanya mencakup mobilitas transnasional, etnografi wilayah perbatasan, serta praktik seni. Aktivitas lainnya berfokus pada musik dan penulisan musik latar film, dengan dua nominasi Piala Citra untuk film Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (Edwin, 2022) dan satu nominasi untuk Kabut Berduri (Edwin, 2024) . Terdapat dua film dokumenter pendek yang dihasilkan dari penelitiannya, Borderless Borneo (2003, bersama Rhino Ariefiansyah) dan Performing Out of Limbo (2018, bersama Rhino Ariefiansyah & Betharia Nurhadist).

Nia Dinata
Nia Dinata, lahir di Jakarta pada 1970, menempuh pendidikan film di Amerika Serikat sebelum bergabung dengan para pembuat film Indonesia pasca-reformasi 1998. Film debutnya, Ca-bau-kan (2001) yang disusul dengan Arisan! (2003), mengangkat tema-tema sosial yang berani. Berbagi Suami (2006) mengukuhkan posisinya sebagai sutradara perempuan terkemuka, meraih penghargaan di Tribeca dan Hawaii. Sebagai penerima beasiswa Eisenhower 2008 dan Young Global Leader 2009, ia terus berkontribusi dengan mengadakan lokakarya Project Change! dari Kalyana Shira Foundation yang memberikan pelatihan bagi sutradara-sutradara pemula.

Taichi Ishikawa
Sementara berkarya sebagai sutradara film fiksi, Taichi Ishikawa telah berpartisipasi aktif dalam Yamagata International Documentary Film Festival sejak 2019. Ia menjabat sebagai Associate Coordinator untuk program New Asian Currents pada edisi 2025 festival tersebut.
Komite Seleksi

Agus Mediarta
Tenaga pengajar di prodi film, Universitas Multimedia Nusantara, peneliti lepas, dan salah satu pendiri sekaligus pengelola database online film Indonesia di filmindonesia.or.id. Di masa kuliahnya, Agus Mediarta menekuni minat kajian sejarah politik Indonesia, tetapi beralih ke bidang film saat aktif di komunitas film (Konfiden). Ia pernah mencoba banyak pekerjaan di produksi film, termasuk sebagai programmer film. Perjalanan itu membuatnya membawa minat pada tema film untuk menyelesaikan pendidikan magister sosiologi. Saat ini, Agus juga tercatat sebagai anggota asosiasi Pengkaji Film Indonesia (Kafein).

Eric Sasono
Eric Sasono adalah kritikus film Indonesia yang memperoleh gelar doktor dalam studi film dari King’s College London pada 2019. Selama 10 tahun (2009–2019), Eric menjabat sebagai sekretaris dewan eksekutif YMMFI, Yayasan Masyarakat Film Independen Indonesia, yang mendirikan Indonesian Documentary Center (In-Docs) dan menyelenggarakan Jakarta International Film Festival (JIFFest) yang kini telah berakhir. Eric telah turut menulis sebuah buku tentang industri film Indonesia dan menyunting jilid tentang sinema Asia Tenggara.

Lee Yve Vonn
Lee Yve Vonn adalah produser asal Malaysia yang bekerja di Afternoon Pictures, sebuah rumah produksi berbasis di Kuala Lumpur. Ia memproduksi film Oasis of Now karya Chia Chee Sum, yang tayang di Busan New Currents dan Berlinale Forum, dan meraih beberapa penghargaan bergengsi. Ia juga ikut memproduksi film Hungry Ghost Diner karya Wejun Cho, yang memenangkan penghargaan NETPAC dari Bucheon International Fantastic Film Festival, dan saat ini tayang di Netflix Southeast Asia. Selain film fiksi, ia memproduksi Shanghai Quarantopia karya Clarissa Zhang yang berkompetisi di Ji.hlava International Documentary Film Festival.



