Edisi pertama lokakarya pemrograman film Teka-teki Sinema secara resmi selesai dilaksanakan. Lokakarya ini terbagi atas…


Teka-teki Sinema merupakan lokakarya pemrograman film yang dirancang untuk memperkenalkan sekaligus memperdalam praktik pengelolaan program film sebagai bagian dari praktik kebudayaan. Program ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang program film yang responsif terhadap konteks sosial, budaya, serta perkembangan sinema di kawasan Asia Tenggara.
Melalui rangkaian sesi daring dan tatap muka, konsultasi, studi lapangan, dan presentasi proyek, peserta diajak memahami pengelolaan program film sebagai praktik yang menghubungkan karya, ruang, dan publik. Pendampingan bersama para mentor dan praktisi membuka ruang untuk mendiskusikan sejarah sinema, pendekatan kuratorial, pembacaan terhadap konteks lokal dan regional, hingga peran infrastruktur budaya dalam membentuk pengalaman menonton dan praktik ekshibisi.
Teka-teki Sinema lahir dari kesadaran Forum Film Dokumenter terhadap masih terbatasnya ruang belajar bagi pengelola program film di Indonesia. Melalui program ini, Forum Film Dokumenter mendorong lahirnya pengelola program yang mampu membangun dialog antara film dan masyarakat. Edisi pertama lokakarya Teka-teki Sinema melibatkan pendampingan oleh mentor Eric Sasono, Chalida Uabumrungjit, Gayatri Nadya, Yuki Aditya, dan Ekky Imanjaya.
Aditi Shivaramakrishnan, Singapura
Gabriel Charlotte Wajong, Indonesia
Jetri Bolintiam, Filipina
Jimmy, Malaysia
Kanya K. Priyanti, Indonesia
Naufal Shabri, Indonesia
Petrus Sitepu, Indonesia
Rizki Nasution, Indonesia
Rizky Rahad, Indonesia
Sasha Han, Singapura
Shelma Feraniza, Indonesia
Yosua Imantaka, Indonesia
Yu Ern Chia, Malaysia
Edisi pertama lokakarya pemrograman film Teka-teki Sinema secara resmi selesai dilaksanakan. Lokakarya ini terbagi atas…

Setelah melewati beberapa waktu penuh antusiasme dan antisipasi, Forum Film Dokumenter dengan bangga mengumumkan peserta…
