Teka-teki Sinema

Lokakarya pemrograman film untuk memperkenalkan praktik kuratorial dan ekshibisi audiovisual.
Tahun Berjalan

2025–Sekarang

Status

Berkala

Statistik2025

13 Partisipan dari 4 Negara Asia Tenggara

Teka-teki Sinema merupakan lokakarya pemrograman film yang dirancang untuk memperkenalkan sekaligus memperdalam praktik pengelolaan program film sebagai bagian dari praktik kebudayaan. Program ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang program film yang responsif terhadap konteks sosial, budaya, serta perkembangan sinema di kawasan Asia Tenggara.

Melalui rangkaian sesi daring dan tatap muka, konsultasi, studi lapangan, dan presentasi proyek, peserta diajak memahami pengelolaan program film sebagai praktik yang menghubungkan karya, ruang, dan publik. Pendampingan bersama para mentor dan praktisi membuka ruang untuk mendiskusikan sejarah sinema, pendekatan kuratorial, pembacaan terhadap konteks lokal dan regional, hingga peran infrastruktur budaya dalam membentuk pengalaman menonton dan praktik ekshibisi.

Teka-teki Sinema lahir dari kesadaran Forum Film Dokumenter terhadap masih terbatasnya ruang belajar bagi pengelola program film di Indonesia. Melalui program ini, Forum Film Dokumenter mendorong lahirnya pengelola program yang mampu membangun dialog antara film dan masyarakat. Edisi pertama lokakarya Teka-teki Sinema melibatkan pendampingan oleh mentor Eric Sasono, Chalida Uabumrungjit, Gayatri Nadya, Yuki Aditya, dan Ekky Imanjaya.

Partisipan 2025

Aditi Shivaramakrishnan, Singapura

Gabriel Charlotte Wajong, Indonesia

Jetri Bolintiam, Filipina

Jimmy, Malaysia

Kanya K. Priyanti, Indonesia

Naufal Shabri, Indonesia

Petrus Sitepu, Indonesia

Rizki Nasution, Indonesia

Rizky Rahad, Indonesia

Sasha Han, Singapura

Shelma Feraniza, Indonesia

Yosua Imantaka, Indonesia

Yu Ern Chia, Malaysia

Mitra

  • Dana Indonesiana

Update Terkini

Baca semua update