Ep.10 Reality Sandwich: Jogja Chronicles

Sinopsis
Di Yogyakarta, Wok the Rock memanggil, “Reality Sandwich!”, sebuah isyarat yang diam-diam memicu serangkaian peristiwa. Empat orang datang ke sebuah meja yang berisi empat perangkat rekaman tua: sebuah iPhone, MacBook, kamera aksi (action cam), dan camcorder. Masing-masing mengambil satu, lalu memulai perjalanan untuk menjawab pertanyaan: Apa itu reality sandwich?
Dengan iPhone, Vandy menyusuri pusat kota dan berbincang dengan orang asing tentang pejalan kaki, politik, dan kehadiran. Arief menggunakan MacBook untuk merenungkan penulis-penulis Korea sambil melakukan panggilan video dengan orang asing dari dalam sebuah gua. Eris membawa kamera aksi berkeliling mencari semangkuk mi dan sebuah candi. Amal, dengan camcorder, menuju pantai sambil mengenang seorang teman yang baru saja meninggal. Rekaman-rekaman mereka membentuk potret yang bermain-main tetapi kontemplatif—fragmen bawah sadar kolektif Yogyakarta yang terlihat melalui mata-mata pinjaman.
Jadwal
21 November 2025, 13:00 WIB
Pascasarjana ISIOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.Q&A28 November 2025, 15:30 WIB
Kedai Kebun ForumOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.
Kredit

Ho Bin Kim
Ho Bin Kim (lahir 1996), seniman dan pembuat film. Karyanya pernah dipamerkan di 15th Gwangju Biennale Paviliun Jerman, 2nd Seoul Art&Tech, 7th Bangkok Experimental Film Festival, Koganecho Bazaar, dan Julia Stoschek Foundation Screening.
Detail
Ulasan Terkait
Satu Kota, Empat Mata: Siapa Menatap Siapa?
Baca artikelAwalnya, kupikir “sandwich” dalam judul film ini akan merujuk pada generasi sandwich yang menjadi poros ekonomi bagi diri beserta keluarga besarnya. Namun, dugaanku agak keliru rupanya. “Sandwich” yang dimaksud dalam…






