Golden Memories – Petite Histoire of Indonesian Cinema

Kompetisi Panjang Internasional
2018118 minPG
Golden Memories – Petite Histoire of Indonesian Cinema

Sinopsis

Film ini adalah sebuah perjalanan bersama dengan tiga orang pembuat film yang sedang menelusuri jejak sinema keluarga di Indonesia. Mereka melakukan perjalanan dari Indonesia ke Belanda hingga kembali lagi ke Indonesia. Mereka bertemu dengan Kwee Zwan Liang dan Rusdi Attamimi yang tidak hanya membahas mengenai persoalan budaya sinema keluarga, tetapi juga estetika dan fakta sinema keluarga dari generasi ke generasi.

Jadwal

FFD 2018

Kredit

Sutradara
  • Afrian Purnama

    Afrian Purnama adalah kritikus, periset seni, pembuat, dan kurator film. Ia juga merupakan redaktur dan editor pelaksana di media kritik film Jurnal Footage pada 2016—2022, editor dan kontributor buku Harimau Tjampa (2021), ko-kurator dan periset pameran film Kultursinema, dan kurator ARKIPEL – Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival sejak 2013—2020. Afrian adalah sutradara film Golden Memories – Petite Histoire of Indonesian Cinema (2017) dan sinematografer film Amrus Natalsya Yang Membuat Kembali Keluarga Tandus Disendja (2022). Pendiri dan pengurus media kritik film daring Aspek Rasio (aspekrasio.com) ini kini sedang menempuh pendidikan magister Kajian Budaya di Universitas Sanata Dharma.

  • Syaiful Anwar

    Lahir di Jakarta, 1983. Seorang sineas, telah membuat tiga film dokumenter sebelum Golden Memories: Dongeng Rangkas (2011), Elesan deq a Tutuq (2013), dan Harimau Minahasa (2015). Ia juga sinematografer di banyak film dokumenter Forum Lenteng seperti Naga yang Berjalan di Atas Air (2012), Anak Sabiran Di Balik Cahaya Gemerlapan (Sang Arsip) (2013), dan Marah di Bumi Lambu (2014).

Detail

Judul AsliGolden Memories - Petite Histoire of Indonesian Cinema
Negara ProduksiIndonesia
Rumah ProduksiMilisifilem
Bahasa AsliIndonesian, English
TakarirEnglish
WarnaColor