Pada triwulan 2025, tim Program Database Forum Film Dokumenter menyelenggarakan serangkaian kegiatan sosialisasi platform filmdokumenter.id ke sekolah-sekolah dan komunitas di berbagai daerah. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan fitur utama platform, khususnya Akun Pendidik yang memungkinkan pengajar mengakses film dokumenter untuk dijadikan alat bantu pembelajaran di kelas. Selain itu, sosialisasi juga mengajak komunitas film dan praktisi apresiasi untuk memahami potensi platform sebagai medium distribusi film dokumenter.
Sosialisasi digelar di sejumlah wilayah, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Barat. Di Jawa Barat, kegiatan berlangsung di Universitas Padjadjaran serta forum bersama Perkumpulan Pendidik Broadcasting dan Perfilman Indonesia (Perdibrofi) di Telkom University, yang sekaligus menjadi momentum penguatan kolaborasi antara komunitas film dengan dunia pendidikan. Di Jawa Timur, kegiatan dilaksanakan di SMK 3 Batu, SMK 2 Singosari, dan SMK 1 Blitar. Di Jawa Tengah, aktivasi dilakukan berbarengan dengan Festival Film Purbalingga, yang memberi ruang sosialisasi lebih luas pada publik sekolah dan komunitas film di daerah. Sementara itu, kegiatan di luar Jawa berlangsung melalui kerja sama dengan berbagai komunitas: Acehdoc di Aceh, Flobamora Film Festival di Nusa Tenggara Timur, serta Sinema Bulanan Pontianak di Kalimantan Barat.

Dalam setiap sesi, selain memperkenalkan fitur-fitur dasar, tim Database juga memberikan demo praktik penggunaan Panduan Belajar. Panduan ini dirancang untuk membantu pendidik mengintegrasikan film dokumenter ke dalam kegiatan belajar, misalnya sebagai pemicu diskusi, pendalaman topik pelajaran, atau referensi dalam mata pelajaran tertentu. Guru dan praktisi film dihadapkan pada sesi eksplorasi platform serta diminta memberikan umpan balik terkait antarmuka, kemudahan akses, penyaringan konten berdasarkan topik/mata pelajaran, serta bagaimana konten dapat diadaptasi ke dalam silabus dan kurikulum sekolah.
Kegiatan di Purbalingga, misalnya, menegaskan bagaimana edukasi visual bisa dijalankan melalui dokumenter, sekaligus memperluas pemahaman pelajar tentang isu sosial dan budaya lokal. Sedangkan kolaborasi di Jawa Barat dengan Perdibrofi menunjukkan bahwa platform ini tidak hanya relevan bagi sekolah menengah, tetapi juga dapat menjadi jembatan kolaboratif antara kampus, pendidik, dan komunitas perfilman. Hal ini memperlihatkan arah pengembangan filmdokumenter.id yang tidak hanya fokus pada distribusi film, tetapi juga pada pembangunan ekosistem pendidikan berbasis dokumenter.

Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini mendapatkan banyak dukungan dan dorongan dari para pengajar serta keterbukaan komunitas untuk memanfaatkan platform. Sebagai tindak lanjut, Forum Film Dokumenter melalui Program Database tengah menyiapkan fitur pemutaran publik untuk ekshibitor. Dengan fitur ini, ekshibitor akan bisa mengakses film secara legal melalui platform dan menyelenggarakan pemutaran publik, sehingga cakupan manfaat filmdokumenter.id dapat semakin luas, baik di ruang kelas maupun ruang komunitas.
Inisiasi filmdokumenter.id didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Dana Indonesiana.
