The Stone That Remembers

Sinopsis
Film ini mengisahkan perjalanan patung Durga dari kawasan Singosari, yang secara paksa dipindahkan oleh kolonial Belanda untuk dijadikan patung taman dan koleksi antik, hingga akhirnya berhasil kembali ke Indonesia dan terlahir kembali sebagai seorang perempuan. Film ini menggambarkan pergerakan paksa artefak tersebut dengan cara yang serupa dengan bagaimana perempuan telah mengalami kekuatan yang sama sepanjang sejarah. Disampaikan melalui pertunjukan tubuh dan teks antar-adegan, film tari ini mengadopsi bahasa visual film bisu monokromatik. Gambaran tentang Indonesia pada masa kedatangan teknologi sinema mengikuti standar kolonial; masyarakat, lanskap, dan adat istiadatnya dieksotiskan atau dipaksa mengikuti gagasan kemajuan kolonial. The Stone That Remembers (2025) adalah platform di mana entitas utama memiliki kekuasaan untuk berbicara atas namanya sendiri.
Film ini merupakan bagian dari Beyond Provenance, sebuah inisiatif transnasional yang mengeksplorasi bagaimana film dan kolaborasi dapat mengevaluasi kembali narasi seputar restitusi benda-benda budaya Indonesia oleh pemerintah Belanda.
Pemutaran film ini didampingi dengan sesi DOC Talk.
Jadwal
27 November 2025, 13:00 WIB
Kedai Kebun ForumOrder Form
Log in agar pengisian ordermu lebih cepat dan mudah.
The ticket booking window for this film has closed. Please check other available showtimes.Q&A
Kredit

Dyantini Adeline
Dyantini Adeline adalah seorang seniman dan pembuat film yang tinggal di Jakarta, Indonesia. Ia menempuh pendidikan di Jurusan Komunikasi Universitas Indonesia. Pada 2012, ia membuat beberapa karya video seni dan film eksperimental bersama The Youngrrr, yang dipamerkan dalam berbagai perhelatan seni dan festival besar; di antaranya Berlinale (2014), European Media Art Festival (2014), dan Jakarta Biennale (2015). Ia juga terlibat dalam Lab Laba Laba, sebuah inisiatif laboratorium film independen yang berbasis di Jakarta.



