Idak-Idak-Idak

DOC Talk, Special Presentation
202545 min17+
Idak-Idak-Idak

Sinopsis

Idak-Idak-Idak (2025) adalah dokumenter hibrida yang mengeksplorasi Lombok Treasures (lit. harta karun Lombok) yang sebagian telah dikembalikan kepada Indonesia melalui sudut pandang mata permata-permata yang dicuri. Menggunakan teknik sinematografi berspektrum luas untuk mengungkapkan gelombang dan warna yang tak terlihat, film ini digerakkan oleh narasi yang saling terkait dari tiga generasi perempuan Indonesia yang berakar di Lombok; seorang anak perempuan, ibunya, dan neneknya. Melalui pengalaman mereka antara Indonesia dan Belanda, film ini menyaksikan dampak kolonialisme, keterpindahan, integrasi, dan penyembuhan dengan bertanya, “Ke mana harta karun ini dapat dibawa saat tidak ada rumah untuk mereka kembali?”

 

Film ini merupakan bagian dari Beyond Provenance, sebuah inisiatif transnasional yang mengeksplorasi bagaimana film dan kolaborasi dapat mengevaluasi kembali narasi seputar restitusi benda-benda budaya Indonesia oleh pemerintah Belanda.

 

Pemutaran film ini didampingi dengan sesi DOC Talk.

Jadwal

FFD 2025
  • 27 November 2025, 13:00 WIB

    Kedai Kebun Forum
    Q&A

Kredit

Sutradara
  • Kae Oktorina

    Kae Oktorina adalah seniman media yang karya-karyanya mengeksplorasi hubungan antara manusia dan alam, persepsi sensorik, serta memori budaya. Karyanya sering memanfaatkan video, animasi, dan media eksperimental untuk menciptakan pengalaman imersif yang mempertanyakan cara kita menghuni lanskap—secara fisik, emosional, dan historis. Meskipun proyek-proyek sebelumnya berfokus pada narasi lingkungan dan pertentangan antara dunia alam dan buatan, dalam Warne Mata, Kae mengalihkan perhatiannya ke sejarah: khususnya, bagaimana warisan kolonialisme terus membentuk identitas, memori, dan rasa memiliki. Terlepas dari tidak adanya pengalaman dengan sinematografi spektrum penuh, ia mengadopsi teknik ini karena kemampuannya untuk mengungkap lapisan-lapisan realitas yang tak terlihat—seperti halnya cerita-cerita tersembunyi di dalam batu permata itu sendiri.

  • Christopher Tym

    Christopher Tym adalah seniman-pembuat film yang karya karyanya mengeksplorasi hibriditas, persepsi, dan kompleksitas dalam menavigasi dunia virtual dan fisik. Karyanya sering kali mengaburkan batas antara dokumenter dan fiksi, menggabungkan penyuntingan emosional, desain suara berlapis, dan struktur naratif spekulatif. Dengan latar belakang dalam animasi dan film eksperimental, Christopher tertarik pada cara bercerita yang dapat menantang waktu linier dan perspektif yang kaku—terutama dalam kaitannya dengan ekosentrisme dan identitas diaspora.

Detail

Negara ProduksiIndonesia, Netherlands
ProvinsiNusa Tenggara Barat
Bahasa AsliIndonesian, Sasak, English
TakarirEnglish
WarnaColor