Menakar Perspektif, Bentuk, dan Dampak: Catatan Penjurian Kompetisi Panjang Internasional FFD 2025

— Berita, Interview
FFD 2025

Menghadirkan film-film dari rentang wilayah dan pendekatan yang luas, Kompetisi Panjang Internasional Festival Film Dokumenter (FFD) 2025 berkisar antara narasi budaya yang mendalam hingga karya eksperimental pendekatan formal. Jajaran film dalam kategori ini termasuk karya yang berasal dari Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika, masing-masing menawarkan sudut pandang unik tentang praktik dokumenter kontemporer dan keresahan global.

Juri dalam kategori ini terdiri dari Ondřej Kamenický, Krishna Sen, dan Farah Wardani, yang masing-masing memiliki latar belakang dalam pemrograman film, riset, dan seni rupa. Dalam percakapan terbuka dengan tim komunikasi festival, mereka membahas cara mereka memahami film-film nominasi, proses pengambilan kesepakatan, dan apa yang membuat karya pemenang unggul.

Krishna Sen
Krishna Sen

Merefleksikan variasi topik dan gaya dalam seleksi film tahun ini membentuk konsensus para juri. Mereka mencatat bahwa sementara banyak film mengangkat isu global besar dengan cara yang gamblang, film lain mengambil risiko formal yang lebih radikal, membaurkan fakta dengan gaya mereka sendiri. Juri mencatat bahwa hal ini memicu pemikiran ulang tentang “apa sebenarnya makna penciptaan dokumenter saat ini.” Hal yang menonjol lainnya adalah keragaman geografis dan metodologis dalam program kompetisi. Pluralisme ini penting bagi penonton dan peran festival dalam menampilkan praktik dokumenter di luar pendekatan dominan yang tunggal.

Farah Wardani
Farah Wardani

Ketika ditanya tentang cara juri mencapai keputusan meskipun memiliki latar belakang profesional yang berbeda, mereka menyatakan secara sederhana bahwa film pemenang “memilih dirinya sendiri,” artinya film tersebut memiliki kejelasan bentuk dan tujuan yang cukup untuk menyatukan pandangan mereka. Para juri menyatakan bahwa karena mereka menonton semua film secara berurutan dan memulai diskusi informal sejak awal, pembahasan formal menjadi proses konsolidasi. Mereka menambahkan bahwa kesamaan sensitivitas politik dan preferensi yang tumpang tindih untuk film-film tertentu menjadi faktor yang memudahkan tercapainya kesepakatan, dan menyoroti bahwa film pemenang memenuhi setiap kriteria dalam lembar penilaian mereka.

Ondřej Kamenický
Ondřej Kamenický

Meskipun banyak film yang masuk dalam seleksi memiliki kualitas dan inovasi yang kuat, karya pemenang menonjol tidak hanya dalam aspek teknis tetapi juga dampak, dan memiliki potensi untuk melampaui lingkup festival menuju platform budaya atau sosial yang lebih luas. Anugerah Film Terbaik Kompetisi Dokumenter Panjang Internasional diberikan kepada Devi (2024), sutradara Subina Shrestha, produser Rosie Garthwaite dan Heejung Oh, diproduksi oleh Mediadante, Seesaw Pictures, Film Crew Nepal.

Pertemuan rapat juri ditutup dengan pernyataan mereka yang menegaskan bahwa kekuatan festival terletak pada keragaman programnya dan komitmen terhadap film-film yang menantang bentuk dan makna. Setiap juri menyatakan bahwa meskipun prosesnya berlangsung ketat, mereka mengakhiri pembahasan dengan keyakinan bahwa film pemenang layak mendapatkan perhatian.

Pernyataan Juri untuk Anugerah Film Terbaik
Penceritaan film ini presisi namun sangat menggugah, intim namun memiliki resonansi politis. Mengikuti perjalanan pribadi dan publik protagonisnya yang saling bertautan, film ini menelusuri kehidupan seorang penyintas kekerasan seksual pada masa perang. Karya ini menunjukan penguasaannya atas bahasa sinematik, menangkap kebenaran emosional dari kesaksian individu sembari mempertahankan komitmen yang jelas terhadap advokasi kolektif. Ini adalah sebuah karya dengan kemanusiaan, keberanian, dan tujuan yang mendalam.

Devi (2024)
Devi (2024)

Festival Film Dokumenter mengucapkan terima kasih kepada seluruh juri (Ondřej Kamenický, Krishna Sen, Farah Wardani) dan selektor (Varadila Nurdin, Patrick F. Campos, Swann Dubus) kategori Kompetisi Panjang Internasional. Festival Film Dokumenter diselenggarakan oleh Forum Film Dokumenter, Indonesia. (Vanis, 25/11/2025)