Re-Defining: Mempertanyakan Identitas Masyarakat Masa Kini

openingffd14

Senin (7/12) petang, bertempat di Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta, telah berlangsung pembukaan Festival Film Dokumenter (FFD) 2015. Pada acara yang dihadiri oleh beragam kalangan, baik dari dalam negeri maupun manca negara ini turut dihadiri oleh Mrs. Brenda Wells selaku perwakilan Duta dari Amerika yang berkesempatan memberi sambutan untuk pertama kali. Selanjutnya, giliran Michael Adi Chandra selaku Direktur FFD 2015 menyampaikan sambutannya terkait 133 film kompetisi yang masuk ke FFD tahun ini. “Ini merupakan angka tertinggi yang pernah diraih FFD selama 14 tahun penyelenggaraan,” ungkap Chandra. Lebih jauh, Chandra pun berterimakasih kepada segenap pihak yang mendukung pelaksanaan FFD 2015, baik dari volunteer, mitra, maupun pemerintah daerah.

Kemudian, giliran Ayu Diah Cempaka selaku koordinator program menjabarkan lebih jauh mengenai tema yang diusung FFD ke-14 yakni Re-Defining. “Tema Re-Defining merupakan refleksi atas perkembangan film dokumenter Indonesia yang semakin semarak. Tema ini diharapkan dapat mewakili keadaan masa sekarang di tengah masyarakat yang menanyakan identitas mulai dari hal pribadi yang kita bawa dalam sejarah dan memori hingga hal-hal lain diluar diri yang saling bersinggungan dan mempengaruhi,” ujarnya.

Tahun ini FFD memiliki dua program utama yakni Kompetisi dan Non-Kompetisi. Program Kompetisi akan dibagi menjadi tiga kategori: Panjang, Pendek dan Dokumenter. Sedangkan program Non-Kompetisi terdiri dari program Perspektif, Spectrum, Docu Francais, Thai Docs, dan beberapa lainnya. Pemutaran dapat disaksikan secara gratis di dua venue yakni Taman Budaya Yogyakarta dan IFI-LIP hingga tanggal 12 Desember 2015 nanti.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pemutaran film What Day Is To Day? Sebuah film dokumenter asal Portugal yang menceritakan kesaksian 40 tahun rezim diktaktor dan 40 tahun demokrasi yang tidak karuan. Dari kesaksian tersebut, mereka menyadari bahwa perjuangan terhadap Hak Asasi Manusia sekadar menjadi sebuah delusi. Selanjutnya, penampilan dari Slipping Pills dan Jalan Pulang turut melengkapi acara pembukaan festival yang selalu diadakan pada bulan desember ini.

[Dwi Utami]

Recent Posts
massa libero. elit. leo velit, amet, quis, mattis felis pulvinar