Spektrum: Menelusuri Sudut Dunia

SHARE

Film dokumenter senantiasa mengalami perkembangan yang amat dinamis. Gaya dan cara tutur baru terus-menerus bermunculan, sementara batasan antara fiksi dan dokumenter semakin kabur. Dokumenter tak lagi dimaknai sebagai reportase jurnalistik semata. Berbagai inovasi tak syak hadir dengan menggabungkan berbagai elemen dan eksperimentasi. Program Spektrum pada FFD 2018 merupakan respon atas berbagai perkembangan yang hadir dalam ranah dokumenter, sebagai buah eksplorasi atas sinema dokumenter dunia. Menghindari berasyik masyuk dengan isi kepala kami sendiri dan menutup diri, FFD melongok beberapa judul-judul pilihan yang kami bawa dari festival-festival lain di dunia, seperti Cannes, CPH: DOX, hingga Cinema du Reel.

Program Spektrum akan menampilkan enam buah film; Braguino, L’Opera, Les Indes Galantes, Makala, Etage 39, dan Hillbrow.

Braguino (2017) bercerita tentang dua keluarga –Braguines dan Kilines– yang hidup dalam aturan dan prinsip yang dibuat masing-masing. Mereka menolak bicara dan menjauhkan diri dari dunia luar.

Mengangkat cerita di balik layar dalam skena opera di Paris, L’Opéra (2017) mengungkap kisah-kisah kehidupan di dalam salah satu pusat institusi kesenian paling prestisius di dunia.

Dalam Les Indes Galantes (2017), kita akan mengamati cara Clément Cogitore –selaku sutradara- dalam menciptakan pertarungan antara budaya urban dan musik dari Jean-Philippe Rameu, salah satu komponis besar Perancis, di panggung Opera Bastille.

Dalam Makala (2017), kita melihat percobaan untuk menggapai mimpi dan kebahagiaan dari perspektif petani muda di Kongo yang sehari-harinya membuat dan menjual arang untuk bertahan hidup.

Spektrum kali ini turut menghadirkan salah satu seniman Perancis, Nicolas Boone yang menggunakan medium film sebagai eksperimentasi ruang. Dalam Etage 39 (2017), Boone menggunakan lanskap yang tidak tersentuh jejak manusia sebagai latar dalam percobaan nonskrip. Proyek ini sengaja mengaburkan landmark temporal dan geografis pada manusia-manusia yang direkam lewat shot-shot terencana di belakang green screen yang diisi oleh footage pemandangan. Mereka seolah berkelana, tetapi tak ke mana-mana.

Eksperimen ruang tidak hanya dilakukan Boone dalam pembuatan film, tetapi juga dalam ekshibisi karyanya. Lewat Hillbrow (2014) yang direkam dengan teknik long take, ruang menjadi tak terbatas. Perpanjangan ruang tayang dari bioskop gelap ke ruang pameran dalam karya ini menawarkan transformasi baru dalam sinema. Ruang sebagai gagasan dan tempat sebagai lintasan akan dieksplorasi lewat berbagai pilihan film dalam Spektrum.

Pemutaran Program Spektrum akan digelar pada 5-11 Desember 2018 di IFI-LIP Yogyakarta. Agenda pemutaran secara lengkap dapat dilihat di jadwal. Program ini akan diikuti dengan sesi diskusi bersama Nicolas Boone pada tanggal 6 Desember 2018 jam 15.00 WIB di IFI-LIP Yogyakarta,  yang terselenggara berkat dukungan Institut Francais d’Indonesie dan Lembaga Indonesia Perancis Yogyakarta.

Close Menu