Retrospektif

Catatan Program

Jelajah Sinema Nishtha Jain

 

Lantang, vokal, dan–yang terpenting bagi seorang pembuat film–merupakan seniman yang sangat ulet, Festival Film Dokumenter 2023 mempersembahkan retrospeksi: Nishtha Jain.

Merayakan karya sineas peraih penghargaan dan anggota Academy of Motion Pictures and Sciences ini akan menjadi pengalaman sinematik abad ke-21 yang sangat mengesankan. Kami senantiasa menyambut Anda dengan rangkaian tiga film dokumenter luar biasa, Gulabi Gang (2012), The Golden Thread (2022), dan City of Photos (2004), juga sebuah film pendek fiksi Proof (2019); yang masing-masing darinya merupakan karya berkesan yang menginterogasi perjuangan sosial melalui ragam bentuk yang melintasi dua dekade.

Jain mengajak kita mengetuk dunia yang mungkin asing bagi banyak orang, tapi Jain dengan luwesnya membuat dunia itu terjangkau. Gulabi Gang (2012) membenamkan kita dalam perjuangan para perempuan di jantung India yang tak kenal gentar melawan ketidakadilan dan kekerasan berbasis gender. Ketajaman pengamatan dan empati Jain mengantarkan kita untuk dapat menyaksikan keberanian luar biasa nan heroik dari para perempuan ini ketika mereka berhadapan langsung dengan tantangan sosial. Perjuangan yang tentu tanpa perselisihan, keraguan, dan introspeksi.

The Golden Thread (2022) membawa kita ke jantung kehidupan mereka yang terdampak oleh senjakala industri rami yang sempat jaya di Bengal. Jain dengan hati-hati mengungkap permadani kehidupan yang saling terhubung, menyuguhkan gambaran mengharukan tentang sebuah lingkungan yang masih menyisakan gaung terakhir raksasa kolonial yang telah lama berlalu.

Penjelajahan Jain di studio-studio foto kecil di India, yang sudah ada sejak sebelum era media sosial datang, mengundang kita untuk merenungkan kisah di balik foto-foto yang diproduksi. Ia membantu kita memahami kekuatan gambar yang menguat secara dinamis, menjalinkan kenaifan dan keinginan kita untuk saling terhubung dengan kehidupan orang lain, baik yang jauh atau yang dapat ditempuh. Melalui City of Photos (2004), Jain menjelajahi dunia di mana foto menjadi jendela ke dalam kehidupan orang asing.

Proof (2019), sebuah berlian hitam putih menyilap kita, sebagai penonton, menjadi saksi sebuah keputusan besar di sebuah ruang rumah sakit di malam tragedi 1984. Malam yang masih menyisakan luka atas aspirasi sekuler Republik India, bahkan setelah beberapa dekade merdeka dari kekuasaan Inggris.

Film-film di atas adalah alarm bahwa dalam setiap gambar dan kisah di dalamnya, terdapat dunia luas yang menanti untuk dijelajah, dipahami, dan dirayakan. Festival Film Dokumenter mengajak Anda untuk menyaksikan karya pilihan Nishtha Jain yang akan ditayangkan untuk pertama kalinya di Indonesia. Mari duduk di depan layar dan bersiap untuk merasakan semangat tak tergoyahkan dari bulir pengalaman manusia yang dirangkai oleh pencerita hebat nan berdedikasi, Nishtha Jain.

 

–Sandeep Ray