Milisifilem: Proyek Minke

Catatan Program

Kali ini adalah tentang Minke, seorang bangsawan kecil Jawa yang hidup di masa kolonialisme Hindia Belanda. Ia adalah cerminan dari Raden Mas Tirto Adhi Soerjo, seorang tokoh pergerakan pada masa kolonial Hindia Belanda yang mendirikan organisasi Sarekat Prijaji. Dia juga seorang pelopor jurnalistik Indonesia, yang menerbitkan koran berbahasa Melayu pertama, Medan Prijaji. Kronikel perjalanan pemikiran Minke dan perjuangannya tersebut terjabarkan dalam roman sejarah Tetralogi Buru. Empat buku ini adalah karya sastra yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dalam masa penahanan politiknya di Pulau Buru. Sebuah maha karya yang menggambarkan detail-detail kolonialisme dalam bentuk pemikiran-pemikiran dan pertemuan-pertemuan orang-orang.

Ketiga film yang ada di dalam program ini adalah bagian dari Proyek Minke, sebuah proyek membaca Tetralogi Buru dan menjadikannya sebagai inspirasi dalam memproduksi film. Ketiga karya tersebut adalah: Pipit dalam Badai (Van Luber Parensen, 2023), Peta Gula (Ali Satri Effendi, 2023), dan Kulihat Kau Lihat Dia (Helmi Yusron, 2023) adalah tiga film yang diproduksi dalam periode akhir pembelajaran kelas MILISIFILEM angkatan ke 6 (angkatan Edelweiss).

MILISIFILEM merupakan platform yang dibentuk Forum Lenteng pada September 2017 yang secara khusus mendalami praktik-praktik produksi visual, baik secara teknis maupun konteks yang terkait dengan persoalan sosial budaya terkini. Secara reguler, MILISIFILEM menyelenggarakan pelatihan tentang dasar-dasar visual secara lintas disiplin, menggunakan pendekatan yang partisipatoris dan kolaboratif. Para partisipan menjelajahi berbagai kemungkinan eksperimentasi visual, serta membangun kedisiplinan kolektif dalam memproduksi karya-karya visual. MILISIFILEM secara khusus melibatkan partisipan untuk mendalami aktivisme seni dan budaya dalam rangka menghadapi tantangan perubahan zaman.

 

–Otty Widasari