DATABASE DOKUMENTER, PENDIDIKAN, DAN PERANNYA

Catatan Program

Nilai interaksi sebuah koleksi film dengan publik yang luas merupakan salah satu langkah keberlanjutan yang vital. Program Database FFD diinisiasi untuk menghidupkan ratusan koleksi film dan mengenalkannya pada ruang baru yang selama ini jarang dijangkau. Selain dapat menjadi bahan ajar dan riset, koleksi film dalam program Database FFD menawarkan ruang kerja sama integral antara pembuat film, edukator, dan individu. Melalui diskusi ini, FFD mengenalkan kerja program Database kepada publik seraya meninjau platform yang sedang dibangun untuk dapat menggali potensi, mengantisipasi tantangan, dan mengembangkan operasinya dalam penerapan yang lebih luas.

Jadwal

Cemeti–Institute for Art and Society
6 Desember 2023, 10:00 WIB

Bahasa Pengantar

Bahasa Indonesia

Pembicara

Michael A. Chandra

Pengelola Program Database FFD

Chandra merupakan manajer program di Yayasan Kampung Halaman. Sejak 2008, ia terlibat aktif dalam hal teknis, program, hingga manajerial di FFD. Chandra bertanggung jawab atas pengembangan program Database FFD sejak 2022, sebuah program pengelolaan dan pengayaan koleksi film dokumenter.

Suluh Pamuji

Film Programmer, Direktur Eksekutif KDM CINEMA

Suluh Pamuji adalah seorang film programmer yang bekerja sebagai Direktur Eksekutif di KDM CINEMA. Ia banyak menciptakan program ekshibisi film dan program pengembangan ekosistem perfilman. Sebelumnya, ia pernah terlibat sebagai juru program, rekan pengelola program, hingga direktur program untuk beberapa festival film, meliputi Jogja-NETPAC Asian Film Festival, ReelOzInd, dan International Changing Perspective Short Film Festival.

Moderator

Sazkia Noor Anggraini

Akademisi, Pembuat Film

Sazkia Noor Anggraini adalah pengajar, peneliti, dan pembuat film dokumenter. Ia pernah tergabung menjadi pengelola program FFD (2017–2018), bagian jejaring kerja programmer Indonesia Raja (2019–2021), dan juri nasional untuk kategori film pendek Indonesia pada Minikino Film Week (2020–2021). Ia merupakan anggota Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (KAFEIN) dan pernah menjadi juri perwakilan asosiasi untuk FFI dalam Kategori Kritik Film (2021). Penelitian terbarunya bersama KAFEIN berjudul For the Sake of Film Pilgrims and Film Travellers: The Impact of Laskar Pelangi and Ada Apa Dengan Cinta? 2 on Local Economies (2022). Film dokumenter personalnya, The Age of Remembrance (2021), mendapatkan penghargaan Film Dokumenter Pendek Terpilih Piala Maya 2022 dan Special Mention pada FFD 2021.