APA YANG BARU DARI MEDIA BARU?

Diskusi Umum Program DOC Interactive

Catatan Program

Berkembangnya teknologi serta kepekaan pelaku seni dalam proses penciptaan karya memungkinkan presentasi dokumenter menjelma menjadi ragam yang lebih luas. Tahun ini, FFD mempersembahkan program DOC Interactive yang mempresentasikan kemungkinan wacana mengenai kebaruan dari media baru. Lalu, bagaimana relevansi kebaruan ini dalam ekosistem film? Apa pengaruh yang mungkin muncul berkenaan dengan pengetahuan, potensi distribusi, dan proses produksinya?

Jadwal

Cemeti-Institute for Art and Society
5 Desember 2023, 15:30 WIB

Bahasa Pengantar

Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris

Pembicara

Natalie Khoo

Film Programmer and Outreach Executive Asian Film Archive

Natalie Khoo adalah pengelola program dan outreach executive Asian Film Archive (AFA), di mana ia mengkurasi dan mengkoordinir program yang berfokus pada sinema Asia. Ia menjadi kurator untuk program Y2K DreamZ–tentang film Asia di pergantian milenium baru, Orienting Paradise–yang meneliti bagaimana para pembuat film Barat memproyeksikan hasrat dan kecemasan mereka terhadap Asia–dan proyek esai yang ditugaskan, Monographs 2023: sinking, shifting, stirring. Natalie juga seorang seniman gambar bergerak dan pembuat film yang karyanya telah diputar di Objectifs, Queer East Film Festival, dan Kurzfilm Festival Hamburg. Sebelumnya, Natalie bekerja sebagai pengelola program film di National Gallery Singapore.

Rangga Purbaya

Seniman

Rangga Purbaya adalah seorang seniman yang memiliki ketertarikan pada sejarah, arsip, dan ingatan kolektif. Karyanya memadukan berbagai medium, termasuk fotografi, teks, mix-media, instalasi video, dan performance. Ia lulus dari Jurusan Fotografi di Institut Seni Indonesia di Yogyakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan Ruang MES 56, sebuah kolektif seniman yang berfokus pada pengembangan fotografi dan seni kontemporer yang mengintegrasikan disiplin ilmu lain dengan pendekatan kritis dan kontekstual. Pada tahun 2015, ia menjadi salah satu anggota pendiri 1965 Setiap Hari, sebuah kolektif riset transnasional yang menggunakan media sosial di Indonesia. Praktik artistiknya mengangkat isu-isu sosiopolitik melalui pendekatan investigasi yang mengungkap sejarah pribadi, memetakan kembali ingatan, dan eksplorasi identitas.

Moderator

Sazkia Noor Anggraini

Akademisi, Pembuat Film

Sazkia Noor Anggraini adalah pengajar, peneliti, dan pembuat film dokumenter. Ia pernah tergabung menjadi pengelola program FFD (2017–2018), bagian jejaring kerja programmer Indonesia Raja (2019–2021), dan juri nasional untuk kategori film pendek Indonesia pada Minikino Film Week (2020–2021). Ia merupakan anggota Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (KAFEIN) dan pernah menjadi juri perwakilan asosiasi untuk FFI dalam Kategori Kritik Film (2021). Penelitian terbarunya bersama KAFEIN berjudul For the Sake of Film Pilgrims and Film Travellers: The Impact of Laskar Pelangi and Ada Apa Dengan Cinta? 2 on Local Economies (2022). Film dokumenter personalnya, The Age of Remembrance (2021), mendapatkan penghargaan Film Dokumenter Pendek Terpilih Piala Maya 2022 dan Special Mention pada FFD 2021.

Mitra