Circle FFD 2021

Kompetisi Dokumenter Pelajar

Catatan Program

Selama 20 tahun berturut-turut, Kompetisi telah menjadi program utama yang diadakan secara konsisten. Tahun ini menjadi tahun ketiga program Kompetisi hadir dalam empat buah kategori, yaitu kategori Dokumenter Panjang Internasional, Dokumenter Panjang Indonesia, Dokumenter Pendek, dan Dokumenter Pelajar. Lewat program Kompetisi, kami terus berupaya menghadirkan wadah bagi film dokumenter dari seluruh dunia sebagai medium reflektif yang menanggapi isu-isu di sekitar secara kritis dan disampaikan dalam bentuk dokumenter yang kreatif.

Tahun ini, lebih dari 150 film masuk dalam submisi Kompetisi yang kami buka selama bulan Juni hingga Agustus. Angka ini sayangnya lebih rendah dari dua tahun terakhir penyelenggaraan festival. Namun, sebaliknya, kualitas film-film yang masuk bagi kami begitu mengesankan. Pada akhirnya kami memilih 11 film untuk kategori Panjang Internasional, 4 film untuk kategori Panjang Indonesia, 6 film untuk kategori Pendek, dan 3 film untuk kategori Pelajar. Ke-24 film ini akan dihadirkan untuk menjadi fokus bagi penonton FFD, baik daring maupun luring. 

Kami memberikan perhatian khusus pada kemunculan film dokumenter dengan perspektif, gaya bercerita, maupun pendekatan yang berwarna. Para juri tahun ini yang berasal dari berbagai latar belakang akan memilih satu film dari setiap kategori untuk selanjutnya mendapatkan penghargaan Film Dokumenter Terbaik pada Festival Film Dokumenter 2021.

Koordinator program Kompetisi: Rugun Sirait

2021  —
  31 min  —
  PG
Ida Bagus Adi Raditya Pratiyaksa

Film dokumenter ini menceritakan/menjelaskan pelebon sepasang sulinggih di situasi pandemi Corona ini.

2021  —
  16 min  —
  PG
Kalvin Toban Palilu

Seorang pendeta yang dalam karya pelayanan di ladang Tuhan, merealisasikan karya di luar dinding gereja dengan memelihara lingkungan.

2020  —
  10 min  —
  PG
Muhammad Kinandhi

Teh Eneng—begitu ia biasa disapa—sebagai perempuan tani, terus berinovasi dan mempertahankan profesinya sebagai petani.

Juri

Asrida Elisabeth
Asrida Elisabeth

Asrida Elisabeth bekerja sebagai jurnalis dan pembuat film dokumenter. Ia sedang belajar isu lingkungan, masyarakat adat, dan perempuan. Asrida aktif di komunitas film dokumenter Papuan Voices. Saat ini ia tinggal di Jayapura.

Bani Nasution
Bani Nasution

Bani Nasution lahir di Solo, 31 Maret 1989. Ia membuat film fiksi dan dokumenter sejak tahun 2011. Filmnya yang berjudul Sepanjang Jalan Satu Arah memenangkan beberapa penghargaan di dalam dan luar negeri. Sejak pandemi, Bani fokus berkebun dan mengajar.

Shadia Pradsmadi
Shadia Pradsmadji

Shadia Pradsmadji menempuh pendidikan S1 Film di Universitas Bina Nusantara (2015) dan S2 Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia (2020). Sejak 2014, Shadia tergabung sebagai salah satu redaksi Cinema Poetica dan sejak 2020 tergabung di Jakarta Independent Film Festival sebagai Festival Coordinator. Shadia juga merupakan salah satu anggota dari Asosiasi Pengkaji Film Indonesia (KAFEIN).