20 Film — 1107 min.

Kompetisi

Catatan Kuratorial
Selama 19 tahun, program Kompetisi menjadi salah satu program utama Festival Film Dokumenter. Program Kompetisi mewadahi film-film yang mampu menangkap isu-isu aktual di sekitar kita dengan memberikan perspektif yang kritis. Isu-isu yang dibawa secara kritis tentu…

Film Kompetisi Pelajar

2019 —
 10 min —
 10 min
 Dede Haykal
Yuda merupakan penyandang disabilitas sekaligus seorang atlet lari. Ia membuka usaha pencucian motor dengan mempekerjakan teman-teman bisu dan tuli lainnya, bahkan ia turut membukanya bagi teman dengar.
2019 —
 15 min —
 15 min
 Muhammad Fitra Rizkika, Rahma Wardani
Asma, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Desa Lampanah. Ia hidup dengan bermata pencaharian sebagai petani. Seketika kehidupannya berubah, ketika tanah, rumah, dan sawahnya terdampak oleh  pembangunan Jalan Tol…
2020 —
 20 min —
 20 min
 Nanda Taufik Hidayat
Saat masih di bangku sekolah, film buatan mereka mendapatkan respons yang baik lewat berbagai penghargaan. Setelah selesai menjadi pelajar dan merasakan pengalaman menjadi filmmaker, bagaimana kegiatan mereka kini, apakah masih…

Juri Kompetisi Pelajar

Juri Dokumenter Pelajar FFD 2020, Ersya Ruswandono

Ersya Ruswandono
Aktif berkarya sejak 2015, dalam dunia film Ersya berperan sebagai Sutradara, Sinematografer, Produser, dan terkadang bermain di depan layar. Karya-karyanya sudah berkompetisi di berbagai festival film baik dalam maupun luar negeri beberapa diantaranya adalah “Prenjak” (2016), “The Floating Chopin” (2016), “Gilingan” (2016), “Waung” (2018). Setelah lulus dari Institut Kesenian Jakarta, kini Ersya sedang menyelesaikan studi pascasarjananya di departemen Antropologi Universitas Gadjah Mada.

Juri Dokumenter Pelajar FFD 2020, Gayatri Nadya

Gayatri Nadya
Gayatri Nadya, yang biasa dipanggil Nana adalah distributor film di KOLEKTIF, sebuah inisiatif distribusi dan pemutaran yang berkolaborasi dengan berbagai komunitas film di Indonesia. Ia juga sempat menjadi tim kurator dan juri di kompetisi film pendek Festival Sinema Prancis, Bandung Shorts, dan menjadi Luang Prabang International Film Festival Motion Picture Ambassador sejak 2017. Nana baru saja menyelesaikan Fellowship Program di SEAD 2019-2020 dan juga masih aktif menggawangi Sinema Paradisco, podcast tentang film.

Juri Dokumenter Pelajar FFD 2020, Tunggul Banjaransari

Tunggul Banjaransari
Seorang pengajar tetap di Program Studi Film Universitas Dian Nuswantoro. Film telah menjadi profesi yang mendorongnya menjadi seorang kelas menengah. Klaster ini kerap kali menjebak masyarakat pada zona nyaman secara finansial, padahal mengkhawatirkan secara mentalitas. Tak ingin terjerembab, Tunggul menjalani profesi lain sebagai peternak lele dan petani sayur mayur. Pilihan ini dirasa mendekatkan kondisi keuangannya yang lebih aman dengan mentalitas akar-rumput.

Film Kompetisi Pendek

2020 —
 3 min —
 3 min
 Moses Parlindungan
Seorang mahasiswa Indonesia di London mencoba mengatasi absurdnya kesendirian dan kelumpuhan dalam kurungan lockdown COVID-19, lewat percakapan telepon dengan keluarganya di Jakarta—yang juga terjebak dalam situasi sejenis.
2019 —
 39 min —
 39 min
 Vena Besta Klaudina, Takziyatun Nufus
Vena beragama Katolik. Ia tinggal di lingkungan mayoritas Islam di Aceh. Vena senang mengenakan jilbab dalam kesehariannya dan mempunyai banyak teman yang beragama Islam. Namun, bagaimana ia dapat terus hidup…
2019 —
 22 min —
 22 min
 Harryaldi Kurniawan
Salmiyah mengeksplorasi kepingan-kepingan ingatan, persepsi para aktor sejarah, peminat sejarah, dan penonton. Masa lalu, selalu menyisakan pertanyaan, ia tidak pernah dapat kembali dalam bentuknya yang utuh. Orang-orang saling berlomba untuk…
2020 —
 10 min —
 10 min
 Muhammad Andriandino Nugraha
Sejak bulan Maret 2020, Indonesia mengalami dampak pandemi COVID-19, yang mengharuskan masyarakat Indonesia melakukan karantina di rumah. Namun, pandemi tersebut tak menghentikan semangat mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti layaknya…

Juri Kompetisi Pendek

Juri Dokumenter Pendek FFD 2020, Alexander Matius

Alexander Matius
Alexander Matius adalah kurator/programmer film yang berdomisili di Jakarta. Dia saat ini menjadi programmer untuk Kinosaurus, sebuah sinema mini di Kemang, Jakarta, sekaligus menjalankan bisnis perkakas rumah tangganya. Dia pernah menjabat sebagai Manajer (2014-2016) di kineforum, ruang pemutaran film alternatif pertama di Jakarta. Selain itu, Alexander juga terlibat di berbagai pemutaran film seperti RRREC Fest in the Valley.

Juri Dokumenter Pendek FFD 2020, Alfonse

Alfonse Chiu
Alfonse Chiu adalah penulis, seniman, dan peneliti yang bergumul dalam teks, ruang, dan film. Saat ini, dia menjabat sebagai Editor-at-Large dan Creative Lead di SINdie, sebuah platform editorial yang mengamati budaya film Asia Tenggara. Pada tahun 2020, dia mendirikan Centre for Urban Mythologies, sebuah kolektif dan platform riset yang meneliti urbanisme, arsitektur, and ekokritik Asia Tenggara.

Juri Dokumenter Pendek FFD 2020, Chuimui Tan

Tan Chui Mui
Di usia 5, Tan Chui Mui dapat membuat kursi kayu. Di usia 8, dia menyopiri truk bak terbuka. Di usia 9, dia menerbitkan majalah anak. Di usia 12, dia menamatkan ensiklopedi. Di usia 17, dia mengasuh kolom di koran pelajar. Di usia 21, dia lulus dari jurusan animasi komputer. Di usia 27, dia membuat film pertamanya, Love Conquers All. Di usia 38 tahun, dia menjadi seorang ibu. Di usia 41, dia memutuskan belajar seni bela diri.

Film Kompetisi Panjang Indonesia

2020 —
 91 min —
 91 min
 Ismail Fahmi Lubis
Setiap tahun, ratusan perempuan seperti Sukma, Meri, Muji, dan Tari direkrut oleh agen lokal. Mereka merupakan sebagian dari perempuan asal pedesaan yang bercita-cita untuk bekerja di luar negeri, seperti Taiwan,…
2020 —
 77 min —
 77 min
 Chonie Prysilia, Hizkia Subiyantoro
Sebuah film animasi dokumenter yang mengangkat isu pernikahan tanpa keturunan, disampaikan melalui ingatan dan suara lima orang perempuan yang hidup di Pulau Jawa, Indonesia. Dalam masyarakat di mana perempuan jarang…
2020 —
 70 min —
 70 min
 Khusnul Khitam
Salah seorang warga Desa Jepitu bernama Rubiyanto bersama relawan melakukan aksi pengangkatan air dari Gua Pulejajar. Echa, mahasiswa antropologi budaya ikut terlibat dalam aksi tersebut untuk kebutuhan penelitiannya. Air yang…

Juri Kompetisi Panjang Indonesia

Juri Dokumenter Panjang Indonesia FFD 2020, Intan Paramaditha

Intan Paramaditha
Intan Paramaditha adalah penulis fiksi dan akademisi. Ia meraih Ph.D.dari New York University dan kini bekerja sebagai pengajar Media and Film Studies di Macquarie University, Sydney, dengan fokus penelitian media, feminisme, dan aktivisme kultural. Karya-karyanya yang telah diterjemahkan adalah Apple and Knife dan The Wandering (Gentayangan), peraih PEN Translates Award dan PEN/ Heim Translation Fund, diterbitkan Harvill Secker/ Penguin Random House UK. Ia terpilih sebagai Cerpenis Terbaik Kompas 2013 dan Tokoh Seni Tempo 2017.

Juri Dokumenter Panjang Indonesia FFD 2020, John Torres

John Torres
John Torres adalah filmmaker, musisi, dan penulis. Karya-karyanya memfiksikan dan menggubah dokumentasi personal tentang cinta, hubungan keluarga, dan memori serta kaitannya dengan isu terkini, rumor, mitos, dan cerita rakyat. Dia mengelola Los Otros, sebuah platform film dan seni yang berbasis di Manila yang mengistimewakan proses daripada hasil. Salah satu program fokus spesial berisi karya-karyanya telah ditayangkan di Viennale, Seoul, Consquín, dan Bangkok.

Juri Dokumenter Panjang Indonesia FFD 2020, Umi Lestari

Umi Lestari
Umi Lestari merupakan penulis, peneliti, dan pengajar. Sebelumnya Umi pernah terlibat sebagai selektor film untuk Arkipel: International Documentary and Experimental Film Festival (2015 dan 2016), editor in chief visualjalanan.org dan mediasastra.net. Tulisan Umi tentang kritik film Indonesia terkini dapat dilihat di blog umilestari.com, Nang Magazine (online version) dan Jurnal Footage. Saat ini Umi aktif menjadi staf pengajar di Program Studi Film, Universitas Multimedia Nusantara.

Film Kompetisi Panjang Internasional

2019 —
 86 min —
 86 min
 Areum Parkkang
Masuknya Areum Parkkang ke kehidupan pernikahan membuatnya mengenali hasrat terpendamnya untuk berkeluarga dengan normal. Bahkan saat berada jauh dari Korea, ia tetap dihantui budaya patriarki yang tercermin dalam sistem pernikahan.…
2019 —
 85 min —
 85 min
 Alyx Ayn Arumpac
Di Filipina, dalam dua tahun, lebih dari 20.000 pria, wanita, dan anak-anak terbunuh dalam perang melawan pengedar dan pengguna narkoba di gang-gang kecil yang dikomandoi Presiden Duterte, sementara para bandar…
2020 —
 63 min —
 63 min
 Mike Hoolboom
Feminis radikal, petarung jalanan, pemimpi praktis. Dokumenter liris ini, direkam dengan Super 8 mm, menceritakan peran penting Judy Rebick untuk memerdekakan hak-hak perempuan atas tubuh mereka sendiri di Kanada. Ia…
2019 —
 70 min —
 70 min
 Ezequiel Yanco
Seekor puma berkeliaran di sekitar Pueblo Nación Ranquel, komunitas pribumi di Argentina Utara. Berburu dipandang sebagai sebuah ritus peralihan, dan para remaja lelaki ingin membunuh puma itu. Namun, Uriel memilih…
2020 —
 77 min —
 77 min
 Elena Goatelli, Angel Esteban
Sekelompok aktor di Madrid memerankan sebuah pertunjukan teater yang dikonsepkan sebagai maraton tari dan kompetisi tanpa naskah. Setiap malam, mereka berlomba dalam permainan surreal di atas panggung: selama lebih dari…
2019 —
 79 min —
 79 min
 Peng Zuqiang
Sebuah potret tentang Nan, pamanku, dan dua tahun terakhir saat ia dan orang tuanya tinggal serumah. Dari bidikan panjang dan frame yang sempit, sebuah gambaran muncul dari tiga tokoh yang…
2020 —
 119 min —
 119 min
 Luisa Homem
Suzanne Daveau menelusuri jejak seorang petualang wanita yang melintasi abad ke-20 hingga masa kini, dipandu oleh minatnya dalam geografi investigatif. Film ini mengitari ruang-dunia geografis yang tak terbatas dan ruang-rumah…
2019 —
 40 min —
 40 min
 Isabel Pagliai
Suatu hari di musim panas di pinggir sebuah kolam, Mia (11) meminta kepada Hugo (15) yang seolah telah melihat segalanya, untuk menceritakan kisah cintanya dengan Chaines, yang berlangsung beberapa bulan…
2019 —
 52 min —
 52 min
 Maciej Cuske
Chukotka, sebuah kota di tepi Siberia, adalah lingkungan keras di mana musim dingin berlangsung sepuluh bulan dan hanya yang paling tangguh yang dapat bertahan. Orang-orang Chukchi, salah satu suku tertua…
2020 —
 84 min —
 84 min
 Daniel Kötter
Tiongkok dan negara-negara Afrika berperan sebagai tenaga penggerak masa depan ekonomi, politik, dan kebudayaan di tengah globalisasi, kian meninggalkan “Eropa yang Dikesampingkan” di belakang. Yu Gong adalah film dokumenter dan…

Juri Kompetisi Panjang Internasional

Juri Dokumenter Panjang Internasional FFD 2020, Eric Sasono

Eric Sasono
Eric Sasono menyelesaikan pendidikan doktor bidang kajian film di King’s College, London. Salah satu pendiri Indonesian Film Society, London, yang menyelenggarakan pemutaran film Indonesia secara reguler di London. Pernah menjadi anggota dewan pengawas Indonesia Documentary Film Centre atau InDocs (2009-2019) dan JIFFest (2009-2011), dan menjadi international advisor board Asia Film Award, Hong Kong (2010-2014). Saat ini sedang menyelesaikan buku mengenai film Islam di Indonesia rentang tahun 1960 sampai 2018.

Juri Dokumenter Panjang Internasional FFD 2020, Hatsuyo Kato

Hatsuyo Kato
Juru program dan anggota komite pemilihan kategori Kompetisi Internasional di Yamagata International Documentary Film Festival. Ia mempelajari kesusastraan Inggris Abad Pertengahan saat kuliah di universitas, lalu mempelajari pembuatan dan kritik film di sekolah film. Karya-karyanya antara lain adalah program Politics and Film: Palestine and Lebanon 70s-80s di YIDFF 2017 dan Reality and Realism: Iran 60s-80s di YIDFF 2019.

Juri Dokumenter Panjang Internasional FFD 2020, Sandeep Ray

Sandeep Ray
Sandeep Ray adalah peraih gelar Ph.D. di bidang sejarah dan dosen sejarah Asia Tenggara di Singapore University of Technology and Design, sebuah universitas di Singapura yang didirikan bekerja sama dengan MIT. Di samping profesi kreatif dan akademiknya, Sandeep kerap diundang untuk memberikan pidato dan menjadi juri kompetisi film.