DocTalk Perspektif FFD 2020
Doctalk

Perspektif: Imajinasi Masa Depan Gerakan Sosial dan Politik

Tanggal
8 Desember 2020
Pukul
19.00 - 21.00 WIB

Krisis pandemi telah menimbulkan tragedi dalam kehidupan hari ini. Bukan saja di wilayah kesehatan, melainkan ekonomi, dan aspek-aspek kehidupan lainnya. Cara hidup manusia mulai dari proses pendidikan, usaha-usaha makanan, bisnis wisata, konser seni, dsb. dituntut untuk berubah menyesuaikan diri. Segala hal yang berkaitan dengan kerumunan kemudian dibatasi oleh otoritas negara. Sementara itu, gelombang unjuk rasa terus berdatangan dari berbagai belahan dunia: Hong Kong, Nigeria, beberapa belahan negara Amerika Latin, dan termasuk di Indonesia. Masing-masing warga di belahan dunia membawa isu dan kegelisahannya sendiri.

Krisis ini pun telah membuka tabir betapa celakanya kita saat ini, ketika borok politikus terungkap satu demi satu. Konflik kepentingan antargolongan yang ingin mempertahankan kekuasaan kemudian muncul tanpa tedeng aling-aling. Sistem ekonomi kapitalistik yang selama ini diam-diam dijalankan rupanya dapat demikian rapuhnya. Seiring dengan itu, muncul solidaritas warga yang kekuatannya dapat melampaui sistem tersebut.

Kebijakan-kebijakan negara yang tidak berpihak pada rakyat di saat yang sedang sulit memaksa rakyat untuk turun ke jalan, berkumpul, berkerumun, dan melakukan aksi protes. Meski, kita sadari bahwa berkerumun pada saat ini memiliki risikonya sendiri. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi juga telah berkembang sedemikian rupa untuk memangkas jarak dan mengatasi kerumunan fisik. Ia terbukti dapat menjadi corong pengeras suara bagi gerakan sosial, tapi di saat yang bersamaan bisa juga menjadi perangkap bagi suara-suara yang kritis.

Berkaca dari praktik yang telah kita alami di hari ini, lantas bagaimanakah kita dapat membayangkan siasat gerakan sosial di hari esok? Bagaimana kita menyelaraskan setiap potensi yang dimiliki di hari ini dalam mengelola kerumunan fisik dan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi demi mempertahankan hak-hak kita sebagai warga?

Diskusi ini ingin mengajak kawan-kawan untuk berbagi pandangan, urun imajinasi, dan strategi dalam membayangkan masa depan gerakan sosial dan politik dalam kehidupan kita di masa yang rawan dan tak pasti.

(*) Diskusi ini merupakan rangkaian dari program Perspektif. Untuk dapat mengikuti diskusi, penonton sangat dianjurkan menyaksikan pemutaran film-film Perspektif sepanjang festival berlangsung.

Pembicara
Riar Rizaldi
Riar Rizaldi

Riar Rizaldi bekerja sebagai seniman dan peneliti amatir. Ia lahir di Indonesia dan sekarang berdomisili di Hong Kong. Fokus kekaryaannya mencakup hubungan antara kapital dan teknologi, ekstraktivisme, dan fiksi teoretis. Karya-karyanya telah dipresentasikan di Locarno Film Festival, BFI Southbank London, International Film Festival Rotterdam, Times Museum Guangdong, Asian Film Archive Singapore, NTT InterCommunication Center Tokyo, dan Galeri Nasional Indonesia.

Syafiatudina
Syafiatudina

Syafiatudina, atau Dina, bekerja sebagai penulis serta kurator. Praktik artistiknya dibentuk oleh eksplorasi atas berbagai isu menyangkut gerakan sosial, persoalan kerja, kolektivitas, penciptaan subjek politik, dan pedagogi kritis. Dina adalah anggota KUNCI; sebuah kolektif riset-aksi dan penerbitan di Yogyakarta.

Moderator
Irfan R. Darajat

Programmer Perspektif, Forum Film Dokumenter