DocTalk Lanskap FFD 2020
Doctalk

Lanskap: Indonesia dalam Dokumen, Pemanfaatan Arsip Film Dokumenter

Tanggal
10 Desember 2020
Pukul
19.00 - 21.00 WIB

Pengarsipan Forum Film Dokumenter (FFD) atas film-film yang terkumpul melalui festival (sejak tahun 2002) mulai dirintis di tahun 2006. Empat belas tahun berselang dan arsip FFD telah mencapai ribuan, kami terus memperbaiki metode penyimpanan dan katalogisasi. Keyakinan kami besar pada aspek pengolahan dan pemanfaatan arsip yang sejauh ini telah kami lakukan, terutama dalam kaitannya dengan arsip sebagai catatan sebuah bangsa.

Mari ambil contoh Program Lanskap tahun ini. Lanskap mengambil film-film arsip tahun 2018-2019, kemudian digabungkan dengan beberapa film masuk tahun 2020 yang tentunya kemudian akan menjadi bagian dari arsip FFD. Program ini memanfaatkan materi arsip, dan kemungkinan materi yang akan diarsipkan, untuk secara khusus menghadirkan alternatif bacaan dalam wacana terhadap Indonesia yang dibicarakan lewat film-film dokumenter Indonesia produksi tahun 2018-2020.

Pembacaan atas Indonesia tentu dapat dilakukan melalui berbagai medium rekam, tetapi film, terutama film dokumenter, memiliki potensi penangkapan yang kompleks dan multidimensi. Makna yang muncul dari kombinasi peristiwa, kejadian, isu yang diangkat, cara pembuat film menuturkannya dibarengi pilihan-pilihan artistiknya, serta perspektif dan penangkapan penonton yang memiliki lapisan-lapisan personal dan ragam konteks, dapat dibayangkan sangatlah kaya.

Dalam diskusi bertajuk “Lanskap: Indonesia dalam Dokumen, Pemanfaatan Arsip Film Dokumenter” ini, kami ingin mengeksplorasi sejauh mana potensi arsip, terutama arsip film dokumenter, dapat dikelola sebagai aset untuk memperkaya wacana atas Indonesia. Pun materi-materi arsip yang tidak secara langsung berasal, membicarakan, atau terkait Indonesia, tarikan selalu dapat diambil pada irisan-irisan universal untuk kemudian dibaca ulang dalam konteks nasional.

(*) Diskusi ini merupakan rangkaian dari Program Lanskap. Untuk dapat mengikuti diskusi, penonton sangat dianjurkan menyaksikan pemutaran film-film Lanskap sepanjang festival berlangsung.

Pembicara
Hardiwan Prayogo
Hardiwan Prayogo

Hardiwan Prayogo adalah arsiparis IVAA (Indonesian Visual Art Archive), yang bertanggung jawab mengelola Arsip IVAA yang komprehensif dan mudah diakses, sekaligus menangani pelayanan publik. Lulus studi pascasarjana di Universitas Gadjah Mada program studi Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa.

Lisabona Rahman
Lisabona Rahman

Lisabona Rahman mengawali kerjanya di bidang film sebagai penulis resensi film. Lalu ia mengelola bioskop terprogram pertama di Indonesia, kineforum Dewan Kesenian Jakarta. Paralel dengan itu, ia bergabung ke katalog daring filmindonesia.or.id untuk mendokumentasikan perkembangan industri film. Lisabona kemudian menempuh pendidikan pelestarian film dan kuratorial di Belanda, lalu bekerja sebagai teknisi restorasi film. Saat ini ia bekerja lepas untuk berbagai proyek restorasi atau perawatan medium seluloid sambil membuat beberapa program pemutaran film.

Moderator
Her Raditya Mahendra Putra

Koordinator Arsip Forum Film Dokumenter