Dokumenter Panjang Internasional

  • 8 film

KOMPETISI

Program Kompetisi merupakan salah satu program utama dari perhelatan Festival Film Dokumenter (FFD). Program ini didedikasikan untuk mempresentasikan film-film yang mampu menangkap isu-isu aktual di sekitar kita, serta mampu memberikan perspektif yang kritis terhadap isu-isu tersebut.

Tahun ini kami menerima total 286 film pendaftar, yang kemudian kami seleksi hingga terpilih 26 film dokumenter. Film-film dokumenter pilihan tersebut kemudian dibagi sesuai dengan kategorinya; kategori film dokumenter Panjang Indonesia, kategori film dokumenter Panjang Internasional, kategori film dokumenter Pendek, dan kategori film dokumenter Pelajar.

Kami akan membagikan empat penghargaan utama untuk masing-masing kategori, yaitu Film Dokumenter Terbaik. Malam Penganugerahan Penghargaan akan diadakan tanggal 7 Desember 2019, bersamaan dengan acara FFD 2019.

Juri

Juri FFD 2019 - Thomas Barker

Thomas Barker

Thomas Barker adalah associate professor di University of Nottingham Malaysia yang mengajar di bidang Komunikasi dan Film serta Televisi. Ia meneliti dan menulis tentang sinema Indonesia, industri kreatif, dan sinema Asia Tenggara. Sebelumnya, ia menulis untuk majalah Nang, The Jakarta Post, dan menjadikan seri 8 bagan tentang BFM 89.9FM berjudul Unpacking Malaysian Cinema. Monografinya Indonesian Cinema after the New Order: Going Mainstream baru saja dipublikasikan oleh Hong Kong University Press dengan versi bahasa Indonesia yang akan terbit bersama KPG. 

Juri FFD 2019 - Karolina Lidin

Karolina Lidin

Karolina Lidin adalah seorang konsultan film dokumenter yang telah memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di dunia film dokumenter internasional. Saat ini ia aktif bergerak bersama Nordisk Film & TV sebagai Penasihat Dokumenter. Karolina Lidin terus terlibat dalam pelatihan dan bimbingan, mengembangkan proyek-proyek dengan potensi internasional. Proyek tersebut dikerjakan bersama Docs by the Sea, DocEdge Kolkata, dan Dhaka DocLab untuk wilayah Asia, serta North Pitch dan DokIncubator untuk wilayah Eropa. Ia juga mengelola IDFA FORUM, Toronto Documentary Forum. Ia juga terlibat dalam acara-acara Nordic dan Internasional lain seperti, AIDC, Asian Side of the Doc, Documentary Campus, dan Nordic Talents.

Juri FFD 2019 - Nia Dinata

Nia Dinata

Nia Dinata adalah pendiri dari Kalyana Shira Film & Foundation. Ia belajar film di Amerika Serikat dan tergolong sebagai sineas Indonesia pasca reformasi 1998. Film Narasi panjang pertamanya adalah Ca Bau kan (2008) mengangkat isu perkawinan Melayu Tionghoa di era kolonial Indonesia. Film tersebut mewakili Indonesia di Foreign Film Category Academy Awards 2002. Selama tahun 2018-2019, Nia menjadi juri di berbagai film festival internasional seperti Asia Pacific Screen Awards (APSA) dan World Cinema Amsterdam.  Saat ini, Nia sedang mempersiapkan film dokumenter panjangnya.

FILM
My Lone Father
My Lone Father
Anastasia Durand-Launay
90 min.
A Donkey Called Geronimo
A Donkey Called Geronimo
Bigna Tomschin
,
Arjun Talwar
80 min.
Silvia
Silvia
Maria Silvia Esteve
103 min.
Sankara is Not Dead
Sankara is Not Dead
Lucie Viver
109 min.
Taking Place
Taking Place
Jérémy Gravayat
97 min.
Lemebel
Lemebel
Joanna Reposi Garibaldi
96 min.
Last Night I Saw You Smiling
Last Night I Saw You Smiling
Kavich Neang
78 min.
The Future Cries Beneath our Soil
The Future Cries Beneath our Soil
Hang Pham Thu
98 min.
Close Menu